Limbah & Polusi

Senken dan Carbonsate Sepakati Perjanjian Penyimpanan Biomassa Terbesar di Eropa untuk Penghilangan Karbon

62
×

Senken dan Carbonsate Sepakati Perjanjian Penyimpanan Biomassa Terbesar di Eropa untuk Penghilangan Karbon

Sebarkan artikel ini
Sumber Gambar: Nick Humphries CC Flickr

KabarHijau.com Pasar penghilangan karbon permanen di Eropa kembali mencatat tonggak baru. Senken, perusahaan penghilangan karbon yang berbasis di Berlin, Jerman, resmi menandatangani perjanjian multi-tahun dengan Carbonsate, perusahaan lokal Jerman yang bergerak di bidang penyimpanan biomassa. Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai perjanjian penyimpanan biomassa terbesar yang pernah tercatat di kawasan Eropa hingga saat ini.

Nilai kesepakatan tersebut tidak main-main: sebanyak 50.000 ton penghilangan karbon dioksida permanen (CDR) akan dipasok melalui proyek penyimpanan biomassa geologis milik Carbonsate di Namibia hingga tahun 2028 mendatang. Proyek ini telah mengantongi verifikasi dari Puro.earth, lembaga sertifikasi yang cukup disegani dalam industri penghilangan karbon global.

Secara lokasi, proyek Carbonsate berpusat di kawasan savana sekitar Otjiwarongo, Namibia, dengan fokus utama membersihkan semak belukar invasif atau yang dikenal sebagai encroacher bush. Sebelum kesepakatan ini disepakati, proyek tersebut lebih dulu melewati proses penyaringan ketat menggunakan Sustainability Integrity Index milik Senken, sebuah instrumen penilaian yang memuat lebih dari 600 titik data untuk memastikan kredibilitas dan integritas sebuah proyek karbon.

Kredit karbon yang dihasilkan dari perjanjian ini nantinya akan mengalir ke sejumlah mitra korporat Senken yang memang tengah membutuhkan pasokan penghilangan karbon permanen dalam waktu dekat.

Kesenjangan Pasokan yang Kian Melebar

Menanggapi kesepakatan ini, CEO Senken Adrian Wons menyampaikan, “Permintaan terhadap penghilangan karbon permanen saat ini telah melampaui ketersediaan pasokan, karena target net-zero berbagai perusahaan pada dasarnya mengarah pada satu kolam kapasitas terverifikasi yang sama dan jumlahnya masih terbatas. Kesenjangan itu akan menentukan arah pasar ini selama satu dekade ke depan. Kami mengunci komitmen multi-tahun untuk memberi akses bagi pembeli di Eropa terhadap penghilangan karbon yang kredibel dengan harga yang bisa mereka rencanakan.”

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Bagi Senken, kesepakatan dengan Carbonsate ini menjadi komitmen pasokan penghilangan karbon multi-tahun ketiga yang berhasil diamankan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah mengumumkan perjanjian pembelian untuk sektor penerbangan yang mencakup penghilangan karbon melalui teknologi penangkapan udara langsung (direct air capture), biochar industri, serta pertanian regeneratif.

Langkah ini melanjutkan tren yang sudah terlihat sebelumnya, ketika Lufthansa turut menandatangani perjanjian penghilangan karbon multi-tahun berbasis teknologi dan alam bersama Senken. Rentetan kesepakatan ini kian menegaskan posisi Senken sebagai salah satu pemain kunci dalam pasar penghilangan karbon di Eropa.

Tak berhenti di situ, pembelian Senken dari Carbonsate ini pun tercatat sebagai komitmen pembeli terbesar kedua secara global untuk kategori penguburan biomassa dalam penyimpanan geologis, sekaligus menjadi yang terbesar untuk proyek yang beroperasi di benua Afrika.

Bagaimana Carbonsate Mengunci Karbon di Bawah Tanah

Secara teknis, metode yang digunakan Carbonsate terbilang sederhana namun efektif. Perusahaan ini mengumpulkan limbah kayu yang seharusnya dibakar atau dibiarkan membusuk begitu saja, lalu menyimpannya di dalam ruang bawah tanah yang dirancang khusus. Melalui cara ini, karbon dioksida yang terkandung di dalam kayu dapat terkunci dan tidak terlepas kembali ke atmosfer selama berabad-abad lamanya.

Menariknya, pengembang proyek ini cukup optimistis. Dalam beberapa tahun mendatang, kapasitas penyimpanan diyakini dapat ditingkatkan hingga melampaui angka 100.000 ton, sebuah proyeksi yang turut menarik minat Senken beserta mitra korporatnya. Dengan skenario tersebut, baik Carbonsate maupun Senken sama-sama menyatakan niat untuk memperluas cakupan perjanjian seiring bertambahnya kapasitas yang tersedia.

Co-founder sekaligus CEO Carbonsate, Johanna Broell, turut memberikan tanggapannya, “Komitmen jangka panjang seperti ini memberi kepastian bagi pengembang proyek untuk membangun kapasitas lebih dahulu sebelum permintaan benar-benar terealisasi. Perjanjian ini mendukung perluasan lokasi penyimpanan kami di Namibia dan menghadirkan pasokan baru yang berarti bagi pasar penghilangan karbon yang terverifikasi dan berintegritas tinggi.”

Kesepakatan Senken dan Carbonsate ini pun menjadi gambaran nyata bagaimana pasar karbon global tengah bergerak menuju skema jangka panjang yang lebih terukur, sebuah tren yang patut dicermati oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang juga memiliki potensi besar dalam pengembangan proyek berbasis biomassa dan penyimpanan karbon.