Ekonomi Hijau

Asuene Kantongi Rp1,4 Triliun, BlackRock-Temasek Mulai Lirik Startup Iklim Jepang

33
×

Asuene Kantongi Rp1,4 Triliun, BlackRock-Temasek Mulai Lirik Startup Iklim Jepang

Sebarkan artikel ini
Asuene
Ilustrasi. Sumber : coolingpost.com

Kabarhijau.com – Asuene, perusahaan penyedia perangkat lunak manajemen keberlanjutan berbasis kecerdasan buatan (AI) asal Jepang, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 87 juta dolar AS atau setara sekitar Rp1,4 triliun dalam putaran Seri D. Pendanaan ini dipimpin oleh Decarbonization Partners, perusahaan patungan antara BlackRock dan Temasek, yang menandai investasi pertama dana tersebut di Jepang. Dengan tambahan modal ini, total dana yang telah dihimpun Asuene mencapai 161 juta dolar AS.

Putaran pendanaan tersebut terdiri dari 43,8 juta dolar AS dalam bentuk ekuitas baru serta 19,3 juta dolar AS dalam bentuk pembiayaan utang dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Selain itu, delapan investor baru maupun lama dari dalam dan luar negeri turut berpartisipasi, termasuk raksasa manufaktur Jepang Daikin dan Ricoh.

Asuene menyatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk membiayai aksi merger dan akuisisi lintas negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia, mempercepat pengembangan teknologi AI dan produk, serta mendukung peluncuran lini bisnis baru. Langkah ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk memposisikan diri sebagai akuisitor serial di pasar global perangkat lunak keberlanjutan.

Dari Jepang Menuju Standar Global

Didirikan di Jepang, Asuene menawarkan platform terpadu yang mencakup penghitungan emisi gas rumah kaca, manajemen emisi rantai pasok, penilaian daur hidup produk (life-cycle assessment), hingga efisiensi energi. Rangkaian perangkat ini digunakan oleh produsen dan mitra rantai pasok mereka untuk memenuhi berbagai kewajiban pelaporan, termasuk yang diatur dalam Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) milik Uni Eropa, standar pengungkapan CDP, serta kerangka Science Based Targets initiative (SBTi).

Perusahaan ini menyebut ambisinya untuk menjadikan platformnya sebagai standar global bagi pengelolaan keberlanjutan rantai pasok industri manufaktur.

Dr. Meghan Sharp, kepala global sekaligus chief investment officer Decarbonization Partners, mengatakan bahwa data keberlanjutan kini bertransformasi dari sekadar kewajiban pelaporan menjadi alat strategis bagi bisnis, seiring meningkatnya tuntutan perusahaan untuk mengukur dan menekan emisi di seluruh operasional dan rantai pasok mereka.

Sementara itu, pendiri sekaligus chief executive Asuene, Kohei Nishiwada, menggambarkan proses penggalangan dana yang berlangsung selama sepuluh bulan tersebut sebagai kesepakatan rumit dengan taruhan tinggi, mengingat dinamika pasar yang bergerak cepat, termasuk lonjakan adopsi AI generatif. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan penutupan putaran ini merupakan buah dari dedikasi seluruh pihak, baik di dalam maupun di luar perusahaan.[]

Saat ini, Asuene telah beroperasi di sejumlah negara, meliputi Jepang, Amerika Serikat, Inggris, kawasan Asia Tenggara, dan Taiwan.