KabarHijau.com – Wood, perusahaan global di bidang konsultasi dan rekayasa, mengonfirmasi bahwa ADNOC Refining memiliki kapabilitas untuk memproduksi Lower Carbon Aviation Fuel (LCAF) atau bahan bakar penerbangan rendah karbon. Hal ini membuka jalan bagi ADNOC Refining untuk selaras dengan skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) yang diinisiasi oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), setelah proses sertifikasi formal diberlakukan.
Tim penasehat karbon Wood melakukan penilaian siklus hidup terhadap emisi gas rumah kaca (GHG) dalam produksi bahan bakar jet ADNOC Refining. Dengan menggunakan perangkat lunak miliknya, Wood menganalisis lebih dari 25.000 titik data unik, menilai potensi Ruwais Refinery untuk memenuhi standar sertifikasi internasional yang ketat, termasuk ICAO CORSIA dan ISO 14067.
Mendorong Dekarbonisasi Sektor Penerbangan
Azad Hessamodini, Presiden Eksekutif Konsultasi di Wood, menjelaskan bahwa klasifikasi bahan bakar penerbangan sebagai rendah karbon merupakan proses kompleks. Namun, tim spesialis karbon mereka mampu menyederhanakan proses ini, membantu klien dalam mempercepat peluncuran produk dan mencapai target keberlanjutan mereka.
“Sektor penerbangan merupakan salah satu sektor yang paling menantang untuk didekarbonisasi. Percepatan produksi, sertifikasi, dan konsumsi bahan bakar alternatif sangat penting. Bahan bakar penerbangan rendah karbon dapat mengurangi emisi sekitar 10%, menjadi solusi jangka pendek di tengah meningkatnya aktivitas penerbangan global dan kebutuhan solusi jangka panjang yang lebih ekonomis,” ujar Hessamodini.
Senada dengan itu, CEO ADNOC Refining, Sultan Al Bigishi, menegaskan bahwa seiring dengan meningkatnya permintaan penerbangan global, pengembangan LCAF menjadi krusial dalam mengurangi emisi dan memastikan keberlanjutan industri penerbangan.
“Konfirmasi kapabilitas kami dalam memproduksi LCAF menunjukkan komitmen ADNOC Refining dalam menghadirkan solusi rendah karbon untuk mendukung dekarbonisasi penerbangan sekaligus memenuhi kebutuhan pertumbuhan industri ini secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Investasi Berkelanjutan di Timur Tengah
Keberhasilan ADNOC Refining ini menjadi bagian dari pertumbuhan pesat Wood di Timur Tengah, di mana perusahaan baru saja meraih kontrak senilai $920 juta di kawasan tersebut pada tahun 2024. Pengumuman ini juga bertepatan dengan Sustainable Aviation Futures MENA Congress, yang semakin memperkuat momentum pengembangan bahan bakar berkelanjutan dan investasi Timur Tengah dalam jalur dekarbonisasi industri energi.
Sumber: Carbon Herald
