MADRID, KabarHijau.com — Menurut siaran pers resmi yang dirilis oleh Global CCS Institute pada 4 Juni 2026, Global Cement and Concrete Association (GCCA) dan Global CCS Institute (GCCSI) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis. Kesepakatan ini membangun kerangka kerja sama berdurasi dua tahun untuk mendorong pengembangan dan perluasan skala teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture and Storage / CCS) di seluruh sektor semen dan beton global.
Penandatanganan ini semakin menegaskan pengakuan industri terhadap peran yang sangat penting dari CCS dalam mencapai tujuan iklim global dan target net-zero industri.
GCCA, yang para anggotanya beroperasi di hampir setiap negara dan menguasai porsi signifikan dari produksi semen global, akan memanfaatkan pengetahuan spesialis yang dimiliki oleh GCCSI sebagai lembaga think tank terkemuka di bidang penangkapan dan penyimpanan karbon. Kemitraan ini akan berfokus pada akselerasi dekarbonisasi industri melalui penjangkauan bersama, kepemimpinan pemikiran (thought leadership), peningkatan kapasitas, dan pelibatan pemangku kepentingan untuk mendukung CCS sebagai opsi mitigasi utama di industri semen.
Meja Bundar Tingkat Tinggi sebagai Tonggak Awal
Menandai pencapaian besar pertama di bawah payung MoU ini, kedua pihak akan mengadakan diskusi meja bundar (roundtable) tingkat tinggi. Forum ini akan mempertemukan para pemimpin industri serta kelompok pemangku kepentingan utama untuk memastikan efektivitas dan dampak optimal dalam mengkatalisasi investasi dekarbonisasi di sektor tersebut.
Kesepakatan ini diluncurkan dan diumumkan secara resmi pada ajang tahunan GCCA CEO Strategic Dialogue 2026 yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol.
Chief Executive GCCA, Thomas Guillot, menyambut baik kemitraan strategis ini dan menekankan bahwa industri semen dan beton terus menunjukkan kemajuan dalam misinya menuju dekarbonisasi penuh melalui pemanfaatan berbagai teknologi dan mekanisme.
“Kami menyadari bahwa penangkapan dan penyimpanan karbon adalah tuas krusial bagi industri untuk mencapai tujuan tersebut, dan kami tahu bahwa teknologi ini terbukti berhasil. Melalui kerja sama yang lebih erat dengan GCCSI, kami berharap dapat membantu anggota kami mencapai target net-zero mereka lebih cepat melalui jalur proyek CCS, termasuk penjangkauan kebijakan yang krusial,” tegas Guillot.
Menyeimbangkan Infrastruktur dan Target Iklim
Senada dengan Guillot, CEO Global CCS Institute, Jarad Daniels, menyoroti tantangan ganda yang dihadapi industri semen saat ini: menurunkan emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan infrastruktur dunia yang terus berkembang.
“Produsen semen di seluruh dunia sedang bekerja keras untuk mengurangi emisi sembari terus memasok material yang esensial untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan aman, dan CCS akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut,” ujar Daniels dalam siaran pers tersebut. “Melalui kemitraan ini, kami bertujuan mendukung industri dengan berbagi keahlian, mendorong dialog, dan menciptakan kondisi yang dibutuhkan agar proyek-proyek CCS dapat berhasil.”
Tiga Pilar Utama Kemitraan
Sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif ini, GCCA dan GCCSI akan bekerja sama secara intensif untuk menjalankan tiga pilar inisiatif:
- Mempromosikan Kesadaran: Meningkatkan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi CCS khusus untuk sektor semen.
- Berbagi Wawasan: Bertukar wawasan teknis serta pertimbangan kebijakan untuk mendukung percepatan adopsi CCS.
- Advokasi Global: Mengadvokasi teknologi CCS sebagai komponen kritis dan tak terpisahkan dari strategi dekarbonisasi sektor semen di tingkat global.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi industri semen global untuk melangkah lebih cepat menuju masa depan yang ramah lingkungan, tanpa mengorbankan pasokan material yang vital bagi peradaban modern.
