SINGAPURA, KabarHijau.com – Jalan raya di masa depan berpotensi besar untuk tidak lagi menjadi sumber emisi, melainkan solusi nyata dalam melawan perubahan iklim. Mewujudkan visi tersebut, Verde Resources melalui anak perusahaan penuhnya, Verde Resources Asia Pacific Private Limited, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Highway International Private Limited.
Kerja sama ini difokuskan pada validasi dan penerapan solusi aspal masa depan yang diperkaya dengan biochar (bioarang) di Singapura.
Secara khusus, kedua perusahaan akan bekerja sama menguji platform Net Zero Blueprint milik Verde. Platform revolusioner ini menggabungkan inovasi aspal biochar campuran dingin (cold mix biochar asphalt) dengan TerraZyme®, sebuah teknologi stabilisasi tanah berbasis enzim yang ramah lingkungan.
Program Percontohan Segera Diluncurkan
Sebagai langkah konkret pertama, Verde dan Highway menargetkan peluncuran program percontohan (pilot project) pada tahun ini. Program ini akan menilai berbagai aspek krusial, mulai dari kinerja material, kesiapan produksi, desain campuran perkerasan, prosedur pengujian, akuntansi CO2, hingga potensi aplikasi komersialnya yang lebih luas.
Jika tahap percontohan ini berhasil diselesaikan dan disetujui, Highway akan resmi menjadi pemegang lisensi Net Zero Blueprint di Singapura. Lisensi ini akan membuka jalan bagi penerapan platform tersebut secara masif—mendukung pembangunan jalan raya, landasan pacu bandara, dan infrastruktur lain yang secara aktif mampu menyerap CO2 dari atmosfer.
Lebih dari Sekadar Material: Sistem Pelacakan Karbon Terintegrasi
Platform Net Zero Blueprint dirancang tidak hanya untuk mengintegrasikan biochar rekayasa eksklusif Verde dan teknologi aspal canggih, tetapi juga dilengkapi dengan alat penghitungan kredit karbon. Ini memungkinkan pembangunan infrastruktur berkinerja tinggi yang tak hanya mengunci karbon (sequestration), tetapi juga menghasilkan kredit penghapusan karbon yang sah dan dapat diverifikasi.
Untuk menjamin transparansi, platform ini menyediakan Penilaian Siklus Hidup (Life-Cycle Assessment/LCA), Deklarasi Produk Lingkungan (Environmental Product Declarations/EPDs), akuntansi karbon, serta pelacakan data proyek secara digital. Dengan fitur ini, Verde menawarkan kerangka kerja yang sangat komprehensif bagi pengembang untuk merancang, mengukur, dan memvalidasi solusi infrastruktur rendah karbon.
Sebelumnya, rekam jejak Verde di industri ini juga telah dibuktikan lewat kesepakatan pengaspalan biochar berdurasi 10 tahun bersama Ergon.
Menyatukan Visi untuk Solusi Pemanasan Global
Kedua belah pihak membawa keahlian yang saling melengkapi dalam kemitraan ini. Eric Bava, Chief Operating Officer Verde Resources, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.
“Kolaborasi ini menandai tonggak penting lainnya dalam upaya validasi produk dan pengembangan pasar global Verde,” ujar Bava. “Ini menyatukan rekam jejak dan keahlian Highway yang telah terbukti dalam aplikasi perkerasan dan infrastruktur canggih, dengan platform karbon dan teknologi tervalidasi milik Verde. Ambisi bersama kami adalah memposisikan Singapura sebagai pemimpin dalam infrastruktur yang berkelanjutan, berkinerja tinggi, dan mampu menyerap karbon.”
Visi serupa juga ditegaskan oleh pihak manajemen Highway. Mereka menilai kolaborasi ini adalah langkah transformatif bagi tata kota masa depan.
“MoU kami dengan Verde sejalan dengan visi Highway untuk mendemonstrasikan bagaimana jalan dan infrastruktur Singapura dapat berevolusi, melampaui fungsi tradisionalnya, menjadi bagian dari solusi krisis pemanasan global—mengubah infrastruktur yang ada saat ini menjadi penyerap karbon jangka panjang,” tegas manajemen Highway.
