Perubahan Iklim

Green Carbon dan New Forests Asia Jajaki Kerja Sama Kredit Karbon di Lahan Sawah Vietnam

26

Kedua perusahaan kaji potensi proyek AWD di 50.000–180.000 hektare sawah Vietnam untuk pangkas emisi metana lewat pengelolaan air.

Peta Padi di Delta Sungai Mekong. Sumber: mekongeye.com

KabarHijau.com — Perusahaan teknologi iklim asal Jepang, Green Carbon, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan New Forests Asia untuk mengkaji kelayakan perluasan proyek kredit karbon di kawasan penghasil padi Vietnam. Kerja sama yang diumumkan Rabu itu menyasar penurunan emisi metana melalui perubahan pola pengelolaan air di lahan persawahan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Green Carbon akan menyumbangkan kapasitas pengembangan proyek yang telah dimilikinya di Vietnam, sementara New Forests akan mengevaluasi peluang investasi dengan memanfaatkan keahliannya di bidang modal alam (nature capital). Kedua perusahaan akan bersama-sama mengevaluasi calon lokasi proyek, model bisnis, serta prospek pengembangan skala proyek berbasis metode alternate wetting and drying (AWD).

Cakupan area proyek yang berpotensi masuk dalam kemitraan ini diperkirakan berkisar antara 50.000 hingga 180.000 hektare, atau setara sekitar 123.000 hingga 444.000 acre. Saat ini, Green Carbon tengah mengembangkan proyek seluas kurang lebih 8.000 hektare di Kota Can Tho dan 2.000 hektare lainnya di Provinsi Phu Tho. Kedua perusahaan berencana menjajaki peluang tambahan, terutama di kawasan Delta Mekong.

Pengelolaan Air sebagai Jalan Menuju Penurunan Emisi Metana

Metode AWD bekerja dengan cara membiarkan lahan sawah yang tergenang mengering secara berkala hingga mencapai ketinggian air tertentu sebelum kembali digenangi, alih-alih membiarkan lahan tergenang secara terus-menerus sepanjang musim tanam.

Menurut Green Carbon, pendekatan ini dapat menekan konsumsi air hingga 30 persen dan diperkirakan mampu memangkas emisi metana dari lahan sawah sebesar 30 hingga 70 persen, sembari berpotensi mempertahankan hasil panen dan menghasilkan kredit karbon bagi pengelola lahan.

Skema Kredit Karbon Masih Dikaji

Green Carbon dan New Forests belum menentukan skema pencatatan kredit karbon yang akan digunakan. Sejumlah opsi yang tengah dipertimbangkan antara lain Joint Crediting Mechanism (JCM) milik Jepang, pendekatan yang selaras dengan Pasal 6.2 Perjanjian Paris, serta pasar karbon sukarela (voluntary carbon market/VCM).

Kesepakatan ini masih berada pada tahap evaluasi. Apabila studi kelayakan, uji tuntas (due diligence), dan berbagai asesmen pra-proyek lainnya berjalan lancar, kedua perusahaan akan mempertimbangkan kemungkinan penempatan modal mulai tahun 2027.

Exit mobile version