Inovasi Hijau

ClimeCo Luncurkan “Inset Engine” Berbasis AI, Tunjuk Cynthia Cummis Pimpin Strategi Rantai Nilai

76

KabarHijau.com – Perusahaan komoditas lingkungan dan dekarbonisasi ClimeCo yang berkantor pusat di Boyertown, Pennsylvania, Amerika Serikat, memperkenalkan platform digital berbasis kecerdasan buatan bernama Inset Engine™ yang dirancang untuk mempercepat penurunan emisi Scope 3 di sepanjang rantai nilai perusahaan. Peluncuran ini bersamaan dengan pengumuman penunjukan Cynthia Cummis, tokoh senior di bidang standar iklim global, sebagai Senior Vice President of Value Chain Strategies di perusahaan tersebut.

Platform baru ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan keahlian ClimeCo di pasar karbon untuk menganalisis data emisi tingkat produk maupun rantai pasok yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hanya dalam hitungan menit. Kecepatan analisis ini diklaim mampu membantu perusahaan mengidentifikasi sumber emisi secara lebih presisi tanpa harus melalui proses audit manual yang panjang.

Dengan mencocokkan sumber emisi Scope 3 yang teridentifikasi terhadap instrumen pasar yang telah terverifikasi, platform tersebut memungkinkan korporasi menjalankan proyek carbon insetting yang selaras dengan target berbasis sains (science-based targets) yang telah mereka tetapkan sebelumnya.

Untuk memimpin divisi strategi rantai nilai, ClimeCo menunjuk Cynthia Cummis yang sebelumnya turut mendirikan dan memimpin Science Based Targets initiative (SBTi) selama masa tugasnya di World Resources Institute. Cummis juga pernah menjabat sebagai Deputy Director di GHG Protocol serta menjadi direktur pendiri program Climate Leaders di Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA). Pengalamannya di bidang akuntansi gas rumah kaca dan penyusunan standar korporasi telah berlangsung lebih dari 25 tahun.

Menyelaraskan Instrumen Insetting Korporasi dengan Standar Scope 3 yang Terus Berkembang

Peluncuran Inset Engine™ muncul di tengah pergeseran arah lembaga penyusun standar internasional yang semakin mengakui pentingnya intervensi dekarbonisasi di sepanjang rantai nilai. Setelah terbitnya panduan awal dari AIM Platform serta Corporate Net-Zero Standard V2.0 milik SBTi, para penyusun standar global kini semakin memprioritaskan solusi insetting yang menyasar emisi rantai pasok.

GHG Protocol sendiri dijadwalkan menerbitkan draf standar instrumen pasar pada tahun 2027 mendatang, yang akan membangun mekanisme akuntansi formal untuk pelaporan intervensi emisi mulai dari Scope 1 hingga Scope 3.

Cummis menyampaikan bahwa platform berbasis AI ini memberikan cara praktis bagi perusahaan untuk melengkapi keterlibatan langsung dengan pemasok sekaligus menekan emisi Scope 3 secara lebih efisien dari sisi biaya. Ia menyebut kehadiran alat seperti Inset Engine™ sebagai sesuatu yang selama ini memang dibutuhkan pasar, karena memadukan eksekusi teknis dengan kuantifikasi digital sehingga perusahaan dapat mencapai target keberlanjutan tanpa mengorbankan ketelitian analisis.

Exit mobile version