KabarHijau.com – NeoCarbon, startup yang mengembangkan teknologi Direct Air Capture (DAC), telah berhasil memproduksi batch pertama beton dengan karbon dioksida (CO₂) yang ditangkap langsung dari udara. Keberhasilan ini tercapai melalui kolaborasi dengan Carbonaide, perusahaan produk karbon yang menggunakan teknologi mineralisasi CO₂ ke dalam beton.
NeoCarbon kini fokus pada pengembangan modul DAC dengan kapasitas penangkapan 62,5 ton CO₂ per tahun. Saat ini, perusahaan telah memiliki dua modul DAC otonom, dengan unit terbaru mampu menangkap sekitar 5 ton CO₂ per tahun.
Inovasi Penangkapan Karbon untuk Industri Konstruksi
Didirikan pada 2022 oleh sekelompok insinyur dengan latar belakang bisnis, NeoCarbon mengatasi masalah emisi CO₂ dengan memanfaatkan panas limbah dari menara pendingin industri untuk menangkap karbon. CO₂ yang ditangkap kemudian diarahkan ke ruang pengerasan beton melalui proses carbon curing, di mana gas tersebut berikatan dengan beton untuk meningkatkan kekuatan material sekaligus mengurangi emisi karbon.
Menurut NeoCarbon, produksi 1 m³ beton memerlukan sekitar 140 kg CO₂. Untuk batch pertamanya, NeoCarbon menggunakan limbah biogenik yang dicampur dengan 1 kg karbon tertangkap, memanfaatkan program percontohan DAC mereka, NeoDuo.
Menuju Industri Beton Rendah Karbon
Seperti dikutip Carbon Herald, CEO NeoCarbon, René Haas, menyatakan bahwa produksi beton ini merupakan langkah besar dalam misi perusahaan untuk mendekarbonisasi industri semen dan beton. Melalui kemitraan dengan Carbonaide, NeoCarbon berencana menawarkan kredit penghapusan karbon berkualitas tinggi pada 2025.
CEO Carbonaide, Tapio Vehmas, menambahkan, “Dengan memanfaatkan teknologi Direct Air Capture NeoCarbon, kami ingin mengembangkan pasokan CO₂ yang modular dan fleksibel, membuat rantai nilai karbon menjadi lebih efisien.”
Langkah ini menunjukkan potensi besar dalam mengurangi emisi karbon di industri konstruksi, seiring dengan meningkatnya permintaan akan material bangunan ramah lingkungan di masa depan.
