Ekonomi Hijau

ESG Sustainability Forum 2025: Harga Karbon Diusulkan US$ 5/ton CO2, Dorong Pertumbuhan EBT

479

Jakarta, KabarHijau.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat mekanisme perdagangan karbon sebagai bagian dari upaya mendorong bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Dalam ESG Sustainability Forum 2025 yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (31/1/2025), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengusulkan harga karbon maksimal sebesar US$ 5 per ton CO2.

“Nilai ekonomi karbon kita harapkan tumbuh cepat dan harga karbon tidak hanya 1-2-3 dolar, maksimal 5 dolar. Di perhitungan kami, jika harga karbon mencapai 5 dolar per ton CO2, ini akan membantu percepatan adopsi EBT di masa depan,” ujar Eniya.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan sektor energi hijau tidak boleh bergantung pada pergantian kepemimpinan nasional. “Kita ingin EBT tetap tumbuh, siapa pun presidennya,” tambahnya.

Sebelumnya, Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) secara resmi meluncurkan perdagangan karbon internasional pertama di Indonesia pada Senin (20/1/2025). Langkah ini diharapkan dapat menarik partisipasi investor global serta memperkuat posisi Indonesia dalam pasar karbon dunia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan bahwa OJK telah memastikan kesiapan infrastruktur dan regulasi terkait bursa karbon, termasuk integrasi sistem pencatatan dengan teknologi blockchain untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Dengan kebijakan ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam pengurangan emisi gas rumah kaca serta pencapaian net zero emission pada 2060.

Exit mobile version