KabarHijau.com – Pasar obligasi berkelanjutan global diperkirakan akan tetap stabil di angka sekitar $1 triliun pada tahun 2025, menandai lima tahun berturut-turut berada pada level ini. Moody Ratings melaporkan, meskipun terdapat perubahan politik dan pengawasan yang semakin ketat, fokus global pada pembangunan berkelanjutan, investasi energi bersih, dan adaptasi iklim terus menjadi pendorong utama.
Obligasi Hijau Mendominasi Pasar
Obligasi hijau diperkirakan menjadi segmen terbesar, dengan penerbitan yang mencapai rekor $620 miliar di tahun 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Obligasi ini, yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim, mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah, komitmen sektor swasta, dan penurunan biaya teknologi energi bersih.
Selain itu, pendanaan untuk proyek adaptasi, seperti pusat data hemat energi, proyek energi nuklir, dan teknologi hijau baru di sektor-sektor sulit dikurangi emisinya, juga diprediksi meningkat. Pada 2024, sekitar 23% hasil obligasi hijau dan keberlanjutan dialokasikan untuk proyek adaptasi dan pelestarian alam—tren yang diproyeksikan terus tumbuh.
Obligasi Sosial dan Keberlanjutan: Prospek Beragam
Penerbitan obligasi sosial diperkirakan turun 9% menjadi $150 miliar akibat berkurangnya pembiayaan sosial terkait pandemi. Namun, volumenya tetap lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi, menunjukkan minat yang terus berlanjut terhadap inisiatif sosial.
Obligasi keberlanjutan, yang mendanai proyek hijau dan sosial, diperkirakan stabil di $175 miliar, didukung oleh basis penerbit yang beragam.
Tren Regional
Dinamika pasar obligasi berkelanjutan akan bervariasi di setiap wilayah pada 2025:
- Eropa: Tetap menjadi pemimpin dengan volume $465 miliar, didorong oleh implementasi Standar Obligasi Hijau Eropa.
- Asia Pasifik: Penerbitan mencapai $238 miliar, dengan fokus pada pembiayaan transisi.
- Amerika Utara: Volume terbatas pada $124 miliar akibat penurunan investasi federal dalam energi bersih.
- Amerika Latin dan Karibia: Didorong oleh COP30 di Brasil dan penerbitan kedaulatan besar.
- Timur Tengah dan Afrika: Fokus pada investasi energi bersih dan transisi karbon mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Meningkatkan Investasi Hijau
Investasi iklim akan menjadi kunci dalam memenuhi kebutuhan energi global dan mempercepat transisi hijau. Negara-negara maju seperti China dan Uni Eropa memimpin, menyumbang 66% dari investasi energi bersih global pada 2024.
Namun, pasar berkembang menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan iklim, dengan kebutuhan pendanaan tahunan lebih dari $1 triliun. Solusi pembiayaan inovatif diharapkan dapat mendorong peningkatan penerbitan obligasi berkelanjutan dari wilayah ini.
Pasar obligasi berkelanjutan 2025 menunjukkan ketahanan di tengah tantangan global. Fokus pada mitigasi iklim, adaptasi, dan pelestarian alam akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di masa depan.
Sumber: CarbonCredits
