Kopenhagen, KabarHijau.com – Kerajaan Denmark mengumumkan rencana penerbitan obligasi hijau negara (sovereign green bond) senilai hingga 10 miliar kroner Denmark (sekitar USD 1,6 miliar). Penerbitan ini akan menjadi yang pertama di dunia menggunakan standar baru European Green Bond (EuGB), yang dikenal sebagai “gold standard” obligasi hijau di Uni Eropa.
Standar EuGB sendiri diadopsi Uni Eropa pada November 2023 dan resmi berlaku mulai Desember 2024. Regulasi ini diluncurkan oleh Komisi Eropa untuk memperkuat kredibilitas pasar keuangan hijau, memerangi praktik greenwashing, serta memastikan seluruh instrumen hijau benar-benar mendukung transisi berkelanjutan.
Aturan Ketat dalam Standar EuGB
Dalam regulasi baru ini, seluruh hasil dari obligasi berlabel EuGB wajib dialokasikan pada kegiatan ekonomi yang selaras dengan Taksonomi UE. Meski demikian, terdapat “ruang fleksibilitas” sebesar 15% untuk kegiatan yang belum memiliki kriteria taksonomi lengkap, dengan syarat penjelasan rinci mengenai penggunaannya.
Selain aturan investasi, penerbit obligasi EuGB diwajibkan memenuhi standar transparansi yang ketat, antara lain:
- Mengungkapkan penggunaan dana obligasi,
- Menyusun rencana transisi hijau,
- Melaporkan kontribusi investasi terhadap rencana tersebut.
Strategi Utang Pemerintah Denmark 2025
Menurut pemerintah Denmark, penerbitan obligasi hijau ini merupakan bagian dari strategi pembiayaan negara tahun 2025, yang akan memperbarui program obligasi hijau guna mendukung pengembangan pasar keuangan berkelanjutan.
Obligasi bertenor 10 tahun ini akan dibuka pada paruh kedua 2025. Penerbitan pertama dilakukan melalui mekanisme sindikasi, lalu masuk dalam daftar obligasi reguler pemerintah yang akan dilelang secara berkala sepanjang sisa tahun 2025.
Alokasi Dana untuk Transisi Hijau
Dana hasil penerbitan obligasi hijau akan diarahkan ke sejumlah belanja pemerintah pusat, termasuk:
- Transformasi sektor energi,
- Transportasi berkelanjutan,
- Konversi lahan pertanian,
- Restorasi alam.
Dukungan Transparansi Pasar Hijau
Gubernur Bank Sentral Denmark (Danmarks Nationalbank), Signe Krogstrup, menegaskan pentingnya langkah ini:
“Dengan penerbitan obligasi ini, Denmark mendukung terciptanya bahasa bersama untuk investasi hijau di Eropa. Standar European Green Bond membangun transparansi dan kepercayaan pasar – dan Denmark menunjukkan kepemimpinan dengan mematuhi standar tertinggi, sekaligus mendorong berkembangnya pasar modal hijau.”
Langkah Denmark ini dipandang sebagai tonggak penting dalam memperkuat instrumen keuangan berkelanjutan, sekaligus memberi contoh bagi negara lain dalam transisi menuju ekonomi hijau.
