Hanoi, KabarHijau.com – Perdana Menteri Vietnam telah mengeluarkan Keputusan No 232/QD-TTg yang menyetujui proyek pengembangan pasar karbon di negara tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon dan mengatasi perubahan iklim, guna mencapai target net-zero emisi pada tahun 2050.
Proyek ini dirancang untuk membantu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang telah ditetapkan dalam Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC), sambil meminimalkan biaya bagi pelaku usaha dan masyarakat. Selain itu, inisiatif ini diharapkan menciptakan aliran keuangan baru untuk upaya pengurangan GRK, mendukung transisi teknologi hijau, dan meningkatkan daya saing bisnis Vietnam di pasar domestik maupun internasional.
Menurut rencana, pada Juni 2025 Vietnam akan menyelesaikan kerangka hukum untuk perdagangan kuota emisi GRK dan kredit karbon. Hal ini mencakup pengembangan mekanisme perdagangan kredit karbon serta infrastruktur operasional pasar karbon. Proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen lembaga pemerintah terkait dan meningkatkan kesadaran masyarakat, bisnis, serta organisasi tentang pentingnya pasar karbon.
Proyek ini memperkenalkan dua komoditas utama yang akan diperdagangkan di pasar karbon, yaitu Kuota Emisi Gas Rumah Kaca dan Kredit Karbon Bersertifikat. Fase percontohan pasar karbon direncanakan berlangsung pada 2025 hingga 2028, dengan peluncuran resmi pasar secara nasional pada 2029.
Selain itu, proyek ini mencakup beberapa tugas utama, seperti pengembangan komoditas pasar karbon, pendaftaran peserta, pembuatan registrasi nasional dan platform perdagangan karbon, pengelolaan operasional pasar, serta peningkatan kesadaran dan kapasitas pihak-pihak terkait.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya Vietnam untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menangani tantangan perubahan iklim secara efektif.
Sumber : Vietnamplus
