Ekonomi Hijau

Thailand Tetapkan Pajak Karbon Rp 91 Ribu per Ton, Bagian dari Upaya Kurangi Emisi

378
Perubahan Iklim (Ilustrasi). Kredit: Mark Turner

Bangkok, KabarHijau.com – Pemerintah Thailand resmi menetapkan tarif pajak karbon sebesar 200 baht atau sekitar US$5,88 (sekitar Rp91.000) per ton pada Selasa (21/1/2025). Deputi Menteri Keuangan Thailand, Paopoom Rojanasakul, menyatakan kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menurunkan emisi karbon dan mendorong perilaku ramah lingkungan.

“Tarif harga karbon ini tidak akan berdampak pada harga minyak industri dan tingkat eceran,” tegas Paopoom dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters. Pajak karbon ini hanya akan disertakan dalam struktur pajak produk minyak yang telah ada, sehingga tidak memengaruhi harga minyak di tingkat konsumen.

Dorong Perubahan Perilaku dan Dukung Perdagangan Internasional

Menurut Paopoom, kebijakan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat Thailand agar lebih sadar akan dampak lingkungan dari konsumsi energi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Thailand dalam negosiasi perdagangan internasional yang kini semakin memprioritaskan aspek keberlanjutan lingkungan.

Produk yang dikenakan mekanisme harga karbon meliputi bensin, gasohol, minyak tanah, bahan bakar jet, biodiesel, LPG, dan minyak bakar.

Target Ambisius: Netralitas Karbon 2050

Thailand berkomitmen mencapai netralitas karbon pada 2050 dan nol emisi gas rumah kaca pada 2065. Saat ini, sektor otomotif dan minyak menjadi penyumbang terbesar, mencapai 70% dari total emisi karbon negara tersebut.

Masih di Bawah Standar Bank Dunia

Namun, riset BloombergNEF mencatat bahwa tarif pajak karbon yang ditetapkan Thailand masih jauh di bawah rekomendasi Bank Dunia, yakni US$63–US$127 per ton, yang dinilai ideal untuk mencapai target pemanasan global 1,5°C.

“Pada tingkat harga ini, entitas yang diwajibkan membayar pajak karbon cenderung menerima sedikit insentif finansial untuk mengurangi aktivitas tinggi karbon,” tulis Joy Foo dalam riset BloombergNEF. Pemerintah Asia Tenggara, termasuk Thailand, sengaja menetapkan harga rendah di tahap awal untuk memberikan periode transisi bagi perusahaan.

Kebijakan pajak karbon ini menjadi langkah awal bagi Thailand dalam upaya serius mengurangi emisi karbon. Meski masih berada di tahap awal, kebijakan ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Exit mobile version