KabarHijau.com – Penelitian baru dari MIT Sloan School of Management mengungkapkan bahwa penerapan model lelang pay-as-bid untuk mengelola emisi karbon dapat meningkatkan pendapatan pemerintah sekaligus mendorong perusahaan beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Berbeda dengan lelang harga uniform (uniform-price auction), di mana semua pemenang membayar harga tawaran terendah yang berhasil, lelang pay-as-bid mewajibkan setiap pembeli membayar sesuai harga yang mereka tawarkan.
Associate Professor Negin Golrezaei bersama mahasiswa PhD MIT, Rigel Galgana, mengkaji pendekatan ini dalam penelitian mereka berjudul “Learning in Repeated Multi-Unit Pay-As-Bid Auctions” yang diterbitkan di jurnal Manufacturing & Service Operations Management.
Menurut Golrezaei, penyesuaian harga izin karbon dengan biaya sosial sebenarnya—yang diperkirakan mencapai $190 per ton oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA)—dapat membuat pasar karbon lebih efektif dalam mendorong pengurangan emisi.
“Dengan mengadopsi pendekatan berbasis pasar seperti lelang pay-as-bid, kita dapat lebih baik menyelaraskan harga izin dengan biaya sosial sebenarnya dari karbon,” ujar Golrezaei.
Penelitian ini melanjutkan studi sebelumnya tentang dinamika lelang dan memperkenalkan algoritme yang membantu peserta menghadapi kompleksitas lelang pay-as-bid. Algoritme ini mengatasi tantangan seperti interaksi berulang antar peserta, termasuk dari sektor pembangkit listrik dan penerbangan, yang memengaruhi dinamika pasar dan berpotensi menciptakan peluang kolusi.
Dengan mengatasi tantangan tersebut, model berbasis data ini memberikan jalan bagi perusahaan untuk belajar dan menyempurnakan strategi penawaran mereka seiring waktu.
Golrezaei juga mencatat adanya kesamaan antara model ini dengan pergeseran dalam pasar iklan daring, di mana lelang harga pertama (versi unit tunggal dari lelang pay-as-bid) meningkatkan pendapatan dibandingkan lelang harga kedua.
Penelitian ini menyoroti potensi lelang pay-as-bid tidak hanya di pasar karbon tetapi juga di sektor lain seperti listrik dan telekomunikasi, di mana lelang multi-unit menghasilkan miliaran dolar setiap tahun.
