Isu Terkini

PBNU Gandeng Power Pro untuk Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

384
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama CEO Power Pro Pte LTd Leiven Tsai dalam penandatanganan nota kesepahaman pendirian Pusat Komunitas Tangguh dan Kewirausahaan Sosial di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (13/1/2025). (Gambar: NU Online/Suwitno)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Power Pro Pte. Ltd., Senin (13/1), di Gedung PBNU, Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, bersama CEO Power Pro Pte. Ltd., Leiven Tsai. Dalam sambutannya, Gus Yahya menyebut Power Pro sebagai perusahaan internasional yang unik karena fokus mereka pada bisnis pengolahan sampah.

“Mereka punya ilmu mengubah sampah menjadi emas. Sampah diperlakukan selayaknya sumber daya alam,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menyoroti permasalahan sampah rumah tangga yang kerap menjadi beban besar setelah menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Ia menekankan pentingnya pengolahan sampah sejak di hulu, yaitu di rumah tangga, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Kehadiran Power Pro dianggap sebagai langkah maju untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

“Apa yang dirancang sebagai proyek kerja sama antara PBNU dan Power Pro adalah satu desain bisnis sampah yang melibatkan masyarakat, khususnya keluarga-keluarga,” kata Gus Yahya.

Dengan sumber daya manusia yang besar, PBNU berharap program ini dapat dipadukan dengan program lain seperti Gerakan Keluarga Maslahat. Program ini bertujuan mengolah sampah menjadi bahan baku produk bernilai bisnis sekaligus mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan.

Sebagai langkah awal, PBNU akan memilih wilayah tertentu untuk menjadi proyek percontohan. Jika berhasil, program ini akan diterapkan ke wilayah lain, termasuk pondok pesantren dan area pertanian.

“Untuk di pemukiman, ini program yang sangat cocok untuk dikembangkan. Dampaknya bukan hanya keuntungan ekonomi, tapi juga menciptakan pola hidup yang lebih bersih dan sehat,” jelas Gus Yahya.

CEO Power Pro Pte. Ltd., Leiven Tsai, menyatakan bahwa program bersama PBNU bertujuan mempromosikan kewirausahaan sosial. Selain membantu masyarakat mengolah sampah, program ini juga mendorong inovasi bisnis yang berkelanjutan.

“Beberapa produk yang telah dikembangkan mencakup pupuk, bahan furnitur, hingga energi ramah lingkungan. Kami juga menargetkan pengembangan di bidang agrikultur dan sosial interpreneurship,” ungkap Leiven Tsai.

Gus Yahya menegaskan bahwa pengolahan sampah ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga cara hidup yang lebih ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah rumah tangga, menjadikannya sebagai sumber daya yang bernilai.

“Sampah yang dikelola setiap hari dapat menjadi bahan baku produk yang bernilai bisnis. Hal ini akan meningkatkan ekonomi rumah tangga dan mentransformasikan pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih, ramah lingkungan, dan sehat,” pungkas Gus Yahya.

Sumber : Antara

Exit mobile version