KabarHijau.com – Verra, organisasi yang mengelola sertifikasi kredit karbon global, telah mengumumkan perkembangan terkait kompensasi kredit karbon dari 37 proyek budidaya padi di China yang sebelumnya ditolak. Dari total 4,56 juta Verified Carbon Units (VCUs) yang terlibat, sebanyak 480.000 VCU telah berhasil dikompensasi melalui lima proyek. Namun, sebanyak 4,08 juta kredit karbon masih belum terselesaikan.
Penolakan ini pertama kali diumumkan pada Agustus 2024 setelah tinjauan Verra mengungkapkan adanya kekurangan metodologis dan kelemahan validasi pada proyek-proyek tersebut. Dari 37 proyek yang ditolak, 25 di antaranya diketahui telah mengeluarkan VCUs secara berlebihan. Verra juga menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat, termasuk pengembang proyek dan badan validasi/verifikasi (Validation/Verification Bodies atau VVBs).
Dua pengembang proyek, yaitu Vitol (China) Energy Co Ltd dan Timing Carbon Asset Management Co., Ltd., berhasil mengkompensasi 480.000 VCUs, sebagaimana diumumkan Verra pekan lalu.
Namun, Search CO2 (Shanghai) Environmental Science & Technology Co. Ltd, yang terlibat dalam 10 proyek dengan total 2.220.000 kredit karbon yang belum terselesaikan, menghadapi penangguhan akun registri Verra mereka. Jika gagal mengkompensasi kredit tersebut, akun mereka dapat ditutup secara permanen.
Selain itu, sebanyak 1.860.000 kredit karbon terkait dengan 10 proyek yang sebelumnya dikelola oleh Hefei Luyu Agriculture Technology Co. Ltd melalui Shell Energy (China) Limited. Setelah perjanjian antara kedua pihak berakhir pada September 2024, proyek-proyek tersebut kini tidak memiliki pemegang akun di Registri Verra dan telah dipindahkan ke akun administratif. Hefei, yang tidak lagi memiliki proyek aktif, dilarang mendaftarkan proyek baru atau membuka akun registri hingga kompensasi diselesaikan.
Langkah ini menandai penerapan sanksi tegas pertama oleh Verra, menunjukkan komitmen mereka terhadap integritas dan transparansi dalam pasar karbon sukarela.
“Verra mengambil tindakan tegas pada setiap tingkat di mana masalah diidentifikasi,” ujar Justin Wheler, Chief Program Management Officer Verra, seperti dikutip dari Carbon Herald. Ia juga menegaskan dedikasi Verra dalam meningkatkan standar dan menangani pelanggaran di pasar karbon.
Selain itu, Verra saat ini tengah menyelesaikan tinjauan atas tanggapan dari empat VVB yang terlibat. Hak istimewa validasi dan verifikasi untuk badan-badan tersebut dapat ditangguhkan tergantung pada hasil tinjauan tersebut.
Langkah Verra ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku pasar karbon sukarela akan perlunya menjaga keandalan dan kredibilitas sistem yang ada.
