Abu Dhabi, KabarHijau.com – Uni Emirat Arab (UAE) telah berhasil menggandakan kapasitas energi bersihnya dari 3,1 gigawatt menjadi 6 gigawatt dalam rentang waktu 2022 hingga 2024, demikian disampaikan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan UAE, Amna bint Abdullah Al Dahak, pada Minggu (12/1).
Pengumuman tersebut dilakukan dalam pembukaan sesi ke-15 Sidang Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) di Abu Dhabi, ibu kota UAE.
Al Dahak menegaskan kembali komitmen UAE, yang pertama kali diungkapkan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 pada tahun 2023, untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga mencapai 14,2 gigawatt pada tahun 2030.
Menteri juga menyoroti pentingnya mempercepat transisi energi bersih di tengah meningkatnya frekuensi bencana yang dipicu oleh perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan yang memaksa jutaan orang meninggalkan tempat tinggal mereka.
Sejak menjadi tuan rumah Sidang IRENA pertama pada tahun 2011, UAE terus menunjukkan kepemimpinan dalam inovasi energi terbarukan. “Energi terbarukan kini lebih terjangkau, mudah diakses, dan dapat diskalakan dibandingkan sebelumnya,” ujar Al Dahak, seraya menambahkan bahwa kemajuan dalam penyimpanan energi dan teknologi menjadi kunci utama untuk mencapai transisi energi yang adil.
Dengan pencapaian dan target ambisius ini, UAE kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor global dalam energi bersih dan terbarukan. ■
Sumber: Xinhua**
