KabarHijau.com – Deutsche Bank, bank asal Jerman yang berkantor pusat di Frankfurt, berkomitmen mengucurkan dana sekitar 115 juta dolar AS untuk paket pembiayaan ulang (refinancing) bagi Squadron Energy, memperluas dukungannya terhadap infrastruktur energi terbarukan di Australia.
Pembiayaan tersebut mencakup lima aset pembangkit listrik tenaga angin yang sudah beroperasi, serta Uungula Wind Farm yang masih dalam tahap konstruksi di New South Wales. Secara keseluruhan, portofolio yang dibiayai mewakili kapasitas energi terbarukan sekitar 1,5 gigawatt (GW).
Squadron Energy merupakan platform energi terbarukan milik Tattarang, grup investasi swasta asal Australia. Perusahaan ini mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan aset energi terbarukan di berbagai wilayah Australia, dengan portofolio total mencapai sekitar 2 GW aset angin yang tersebar di New South Wales, Victoria, dan Queensland.
Pembiayaan Fleksibel, Terbuka untuk Proyek Baterai
Skema refinancing ini memberikan Squadron Energy pembiayaan yang fleksibel dan bersifat non-recourse di seluruh portofolio aset angin, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam pengembangan.
Berbeda dari pembiayaan per proyek secara terpisah, struktur ini memberi Squadron Energy keleluasaan lebih besar untuk mengelola portofolionya sekaligus mengakomodasi rencana ekspansi ke depan. Yang menarik, skema pembiayaan ini juga membuka opsi untuk diperluas ke proyek penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage).
Fleksibilitas semacam ini dinilai semakin penting seiring meningkatnya pembangkit listrik tenaga angin dan surya di jaringan kelistrikan Australia, yang pada gilirannya mendorong kebutuhan kapasitas penyimpanan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik. Proyek baterai memungkinkan penyimpanan listrik saat produksi energi terbarukan sedang tinggi, lalu menyalurkannya kembali saat permintaan meningkat, sekaligus mendukung keandalan jaringan secara keseluruhan.
Memperdalam Kemitraan dengan Squadron Energy
Komitmen ini memperluas hubungan Deutsche Bank dengan Squadron Energy, seiring makin besarnya peran lembaga keuangan dalam mendanai transisi energi Australia.
Michael Volkermann, Global Head of Project Finance Deutsche Bank, mengatakan komitmen ini mencerminkan keyakinan pihaknya terhadap kekuatan operasional portofolio angin Squadron Energy. “Kami senang dapat memperdalam kemitraan dengan Squadron dan mendukung fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Volkermann, sebagaimana dikutip dari esgnews.com.
Struktur non-recourse dalam pembiayaan ini berarti pemberi pinjaman terutama mengandalkan aset yang dibiayai beserta arus kasnya untuk pelunasan, bukan neraca korporasi perusahaan secara keseluruhan. Skema ini memungkinkan pengembang energi terbarukan menghimpun modal tanpa membebani neraca korporasi secara luas. Bagi pemberi pinjaman, portofolio yang berisi aset operasional juga menawarkan rekam jejak kinerja yang sudah teruji, sekaligus keterlibatan pada pertumbuhan energi terbarukan yang baru.
Modal Swasta Jadi Kunci Transisi Energi Australia
Australia terus berupaya memperluas kapasitas pembangkit energi terbarukan seiring pensiunnya sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara dari sistem kelistrikan nasional. Transisi ini membutuhkan investasi besar, mulai dari pembangkitan, penyimpanan, hingga infrastruktur transmisi, sehingga struktur pembiayaan pun harus terus berkembang seiring bertambah besar dan kompleksnya portofolio energi terbarukan.
Bagi bank dan investor institusional, kondisi ini membuka jalur pembiayaan infrastruktur yang terus bertambah. Sementara bagi para pengembang, akses terhadap modal yang fleksibel akan menentukan seberapa cepat proyek bergerak dari tahap pengembangan menuju konstruksi dan operasi.
Refinancing Squadron Energy ini menggambarkan pergeseran tersebut, mencakup aset yang sudah ada, satu ladang angin yang masih dibangun, dan potensi proyek baterai di masa depan dalam satu struktur portofolio yang lebih luas. Bagi para eksekutif dan investor, kesepakatan ini juga menegaskan pentingnya fleksibilitas modal, mengingat pengembang energi terbarukan kini tidak lagi membangun aset pembangkitan secara terpisah. Penyimpanan energi, integrasi jaringan, dan ekspansi portofolio kini menjadi bagian inti dari strategi investasi jangka panjang.
Seiring Australia bergerak menuju sistem kelistrikan dengan porsi energi terbarukan yang lebih besar, pendanaan swasta akan tetap menjadi faktor krusial. Bank yang mampu membiayai baik aset yang sudah ada maupun rencana ekspansi ke depan akan memegang peran semakin penting dalam menentukan kecepatan transisi energi tersebut.
