Ekonomi Hijau

Pendanaan Carbon Capture Inggris Dipertanyakan: Akankah Meningkatkan Biaya Energi?

390
Pembangkit listrik batubara
Ilustrasi fasilitas tangki penyimpanan bahan bakar biomassa Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dengan kemampuan menangkap karbon. Photo: borates.today

KabarHijau.com – Pemerintah Inggris mendapat kritik terkait investasi besar-besaran dalam teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), yang dikhawatirkan dapat meningkatkan biaya energi bagi masyarakat.

Dengan alokasi hampir £22 miliar (~$27,3 miliar) untuk proyek CCUS—yang sebagian biayanya akan dibebankan kepada konsumen—Komite Akun Publik (Public Accounts Committee/PAC) di House of Commons menyuarakan kekhawatiran tentang kurangnya evaluasi mendalam terhadap dampak finansialnya bagi rumah tangga dan bisnis.

Sir Geoffrey Clifton-Brown, Ketua PAC, menyoroti bahwa teknologi ini masih belum terbukti efektif di Inggris dan dapat menyebabkan lonjakan harga listrik.

CCUS: Solusi atau Beban Ekonomi?

Sebagai bagian dari target hukum untuk mencapai nol emisi karbon pada 2050, Inggris berupaya beralih ke energi terbarukan. Namun, beberapa sektor industri, seperti produksi semen dan bahan bakar fosil residual, masih belum memiliki alternatif hijau yang layak.

Dalam konteks ini, CCUS dianggap sebagai solusi utama untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon, sehingga pemerintah menjadikannya elemen kunci dalam strategi iklim nasional.

Badan internasional seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) juga mendukung penerapan CCUS sebagai langkah penting dalam mencapai net-zero dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Namun, PAC menilai kebijakan ini berisiko bagi konsumen dan industri jika tidak dikelola dengan baik. Asosiasi Carbon Capture and Storage (CCSA) membela kebijakan pemerintah, dengan menekankan bahwa laporan PAC tidak sepenuhnya mempertimbangkan masukan ahli dari IPCC dan Komite Perubahan Iklim Inggris.

Dr. Stuart Jenkins dari Universitas Oxford juga membantah klaim bahwa CCUS adalah teknologi yang “belum terbukti.” Menurutnya, fasilitas serupa telah beroperasi di berbagai negara dan berhasil menangkap emisi CO₂ dalam jumlah besar. Meski demikian, ia mengakui bahwa keberlanjutan strategi pendanaan pemerintah masih perlu dikaji lebih lanjut.

Dengan pro dan kontra yang terus berkembang, keputusan akhir mengenai masa depan CCUS di Inggris akan sangat menentukan apakah teknologi ini benar-benar menjadi solusi bagi krisis iklim atau justru beban tambahan bagi konsumen.

Sumber: Carbon Herald

Exit mobile version