Inovasi Hijau

Avnos: Revolusi Teknologi Direct Air Capture yang Ramah Lingkungan

483
CEO Avnos, Will Kain di Project Alpine di Bakersfield, California. Photo: Avnos

KabarHijau.com – Avnos, perusahaan inovatif dalam bidang penghapusan karbon, tengah mengubah paradigma teknologi Direct Air Capture (DAC) dengan pendekatan baru yang menarik perhatian sektor bisnis dan pemerintah. Dengan visi “Carbon Negative. Water Positive.”, Avnos menghadirkan teknologi revolusioner Hybrid Direct Air Capture (HDAC) yang tidak hanya menangkap CO2 dari atmosfer, tetapi juga mengekstrak air dengan kualitas setara air suling. Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya beroperasi tanpa memerlukan panas, yang secara signifikan mengurangi biaya dibandingkan dengan teknologi DAC konvensional.

Dukungan dan Pendanaan untuk Komersialisasi HDAC

Pada tahun 2024, Avnos berhasil mengamankan pendanaan sebesar $36 juta untuk mempercepat komersialisasi teknologi HDAC. Selain itu, inovasi perusahaan ini mendapatkan dukungan finansial dari Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) dan Kantor Riset Angkatan Laut AS, yang mengakui potensi solusi ini dalam menangani perubahan iklim.

Sejak didirikan pada tahun 2020, Avnos telah meluncurkan proyek percontohan pertamanya di Bakersfield, California, yang dikenal sebagai Project Alpine. Saat ini, perusahaan juga tengah membangun fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) canggih di Bridgewater, New Jersey, yang akan menjadi pusat inovasi terbaru mereka.

Keunggulan Teknologi HDAC

Menurut CEO Avnos, Will Kain, teknologi HDAC bekerja melalui dua subsistem utama:

  1. Sistem Ekstraksi Air Atmosfer – Menghilangkan kelembapan udara sebelum CO2 dipisahkan, menghasilkan air yang dapat digunakan kembali.
  2. Sistem Penyerap CO2 Berbasis Kelembapan – Menangkap CO2 secara efisien tanpa memerlukan panas tinggi seperti teknologi DAC lainnya.

Teknologi ini memungkinkan Avnos untuk menghasilkan lima ton air suling untuk setiap satu ton CO2 yang ditangkap, menjadikannya sebagai solusi yang ramah lingkungan dibandingkan teknologi DAC konvensional yang justru mengonsumsi air dalam jumlah besar.

Efisiensi Energi dan Biaya Rendah

Salah satu keunggulan utama teknologi HDAC adalah efisiensinya dalam penggunaan energi. Tidak seperti DAC konvensional yang memerlukan panas tinggi untuk melepaskan CO2, HDAC menggunakan kelembapan yang telah dikumpulkan, menghemat lebih dari 50% konsumsi energi dibandingkan metode lain. Avnos memproyeksikan bahwa teknologi mereka dapat mencapai biaya kurang dari $100 per ton CO2 dalam skala besar, menjadikannya solusi yang ekonomis dan kompetitif di pasar karbon.

Avnos telah memperluas jangkauan teknologinya dengan proyek percontohan di California dan New Jersey, serta bekerja sama dengan berbagai mitra di seluruh dunia. Teknologi HDAC dapat diterapkan di hampir semua lokasi, kecuali daerah ekstrem seperti Kutub Utara dan Selatan. Dengan fleksibilitas ini, Avnos berencana untuk mengembangkan proyek di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Amerika Selatan.

Selain itu, Avnos juga menjadi semifinalis dalam kompetisi Carbon Dioxide Removal Purchase Pilot Prize dari DOE, menegaskan relevansi dan daya saing teknologi mereka dalam industri penghapusan karbon.

Avnos berada di garis depan inovasi dalam industri carbon removal, dengan teknologi HDAC yang menawarkan solusi berkelanjutan untuk mengatasi perubahan iklim. Dengan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta, serta roadmap ekspansi yang jelas, perusahaan ini berpotensi menjadi pemain kunci dalam upaya global menuju netralitas karbon.

Tahun 2025 akan menjadi tahun penting bagi Avnos dalam mengembangkan teknologi mereka lebih lanjut dan mempercepat transisi menuju penerapan komersial skala besar. Dengan pendekatan Carbon Negative. Water Positive., Avnos tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan solusi terhadap krisis air global.

Exit mobile version