KabarHijau.com – Agreena, sebuah perusahaan solusi iklim asal Denmark, telah mengumumkan pencapaian bersejarah untuk proyek karbon tanah pan-Eropa yang mencakup jutaan hektar lahan pertanian. Proyek ini, yang dikenal sebagai AgreenaCarbon Project, menjadi proyek pertanian lahan pertanian berskala besar pertama yang terdaftar di bawah metodologi VM0042 untuk Pengelolaan Lahan Pertanian yang Ditingkatkan (Improved Agricultural Land Management) dalam Standar Karbon Terverifikasi (Verified Carbon Standard/VCS) dari Verra.
VCS merupakan standar kredit gas rumah kaca (GRK) yang paling banyak digunakan di dunia dan diakui oleh Integrity Council for the Voluntary Carbon Market (ICVCM). Untuk mencapai pendaftaran di bawah standar ini, AgreenaCarbon Project telah melalui penilaian yang ketat dan independen selama beberapa tahun.
“Ini adalah momen penting bagi gerakan pertanian regeneratif dan upaya untuk mengarahkan pembiayaan karbon yang sangat dibutuhkan kepada para petani,” kata CEO Agreena, Simon Haldrup, sebagaimana dilansir Carbon Herald.
Dengan pencapaian ini, Agreena kini berada dalam posisi untuk memenuhi permintaan signifikan akan kredit karbon berbasis alam yang berkualitas tinggi di pasar karbon sukarela Eropa. Hal ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan mencapai target net zero mereka serta ambisi keberlanjutan iklim-alam yang semakin mendesak.
“Pertanian regeneratif adalah solusi penting untuk meningkatkan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim di seluruh Eropa,” tambah Haldrup.
Metode pertanian konvensional dikenal intensif emisi dan telah menyebabkan degradasi tanah serta hilangnya keanekaragaman hayati yang signifikan. Di sisi lain, sistem produksi pangan harus terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan populasi global yang terus bertambah.
Pertanian regeneratif hadir sebagai solusi untuk tantangan tersebut. Dengan mempromosikan praktik-praktik yang membangun kembali bahan organik tanah, menyerap karbon, dan meningkatkan keanekaragaman hayati, metode ini menjadikan lahan pertanian lebih tahan terhadap perubahan iklim dan ekonomis dalam jangka panjang.
Tanah sebagai Penyerap Karbon Terbesar Kedua
Tanah adalah penyerap karbon terbesar kedua di Bumi setelah lautan. Penyerapan karbon melalui pertanian telah diidentifikasi oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu solusi utama untuk mempercepat aksi iklim. Diperkirakan, solusi ini memiliki potensi untuk menghilangkan hingga lima gigaton CO2 per tahun pada 2050.
Proyek Agreena mendukung dan memberikan insentif kepada para petani untuk beralih ke pertanian regeneratif dengan menarik pembiayaan guna menutupi biaya awal transisi, seperti investasi dalam mesin pertanian baru dan penurunan hasil produksi sementara. Kredit karbon merupakan bagian dari rangkaian solusi finansial Agreena untuk para petani yang memberikan layanan ekosistem yang berharga.
“Sebagai pelopor di pasar yang menjalani proses validasi menggunakan metodologi ilmiah kelas atas, pengakuan Verra terhadap AgreenaCarbon Project memberikan keyakinan kepada pembeli kredit bahwa mereka berinvestasi dalam kredit karbon tanah berkualitas,” ungkap Haldrup. “Ini adalah salah satu metode penghilangan karbon yang masih baru, namun menjanjikan, untuk memberikan dampak positif bagi iklim, alam, dan masyarakat.”
