Transportasi Hijau

Kereta Metro Serat Karbon Pertama di Dunia Resmi Beroperasi di Tiongkok

448
Kereta metro serat karbon, yang dijuluki CETROVO 1.0, mulai melayani penumpang di Qingdao, Tiongkok timur pada hari Jumat, 10/01/2025. #GLOBALink

Qingdao, KabarHijau.com – Kereta metro berbahan serat karbon pertama di dunia mulai melayani penumpang pada Jumat (5/1) di Jalur Metro 1 Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, menurut laporan China Central Television (CCTV). Diberi nama “CETROVO 1.0 Carbon Star Express”, kereta ini dikembangkan secara mandiri di Tiongkok.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam teknologi ringan kereta metro di Tiongkok dan transformasi yang lebih ramah lingkungan, menurut para pengamat. Struktur pembawa beban kereta mengalami peningkatan signifikan, karena serat karbon jauh lebih ringan dibandingkan dengan logam tradisional seperti baja dan aluminium, menurut pernyataan di situs web CRRC Qingdao Sifang Co, pengembang kereta tersebut.

CRRC Qingdao Sifang Co mencatat bahwa kereta ini akan berperan penting dalam mendorong transformasi hijau dan rendah karbon pada sistem transportasi rel perkotaan di Tiongkok serta membantu industri rel perkotaan mencapai target “dual carbon.”

Dibandingkan dengan kereta metro berbahan logam tradisional, kereta serat karbon ini sekitar 11 persen lebih ringan dan konsumsi energinya berkurang hingga 7 persen, menurut laporan CCTV. Setiap kereta dapat mengurangi emisi karbon dioksida sebanyak 130 ton per tahun, setara dengan penghijauan 101 mu (6,7 hektare), menurut laporan Xinhua News Agency.

Selain lebih ringan dan hemat energi, serat karbon juga memiliki kekuatan lebih tinggi, adaptabilitas lingkungan yang lebih baik, serta biaya operasi dan perawatan yang lebih rendah sepanjang siklus hidupnya. Serat karbon juga tahan terhadap korosi.

Kekuatan serat karbon lebih dari lima kali lipat kekuatan baja, sementara beratnya kurang dari seperempat dari baja, menjadikannya material unggul untuk kendaraan rel ringan, menurut pernyataan dari CRRC Qingdao Sifang Co.

Material ini tidak hanya meningkatkan kekuatan bodi kereta, memberikan ketahanan lebih baik terhadap benturan, dan memperpanjang masa pakai struktur, tetapi juga meningkatkan kemampuan peredam getaran dan isolasi. Hal ini menghasilkan operasi yang lebih mulus, pengurangan kebisingan, serta perjalanan yang lebih nyaman, menurut laporan CCTV.

Jalur Metro 1 Qingdao membentang sekitar 60 kilometer dan memiliki 41 stasiun. Jalur ini berfungsi sebagai tulang punggung utama arah utara-selatan di Qingdao, menurut laporan tersebut.

Pengembangan kereta metro berbahan serat karbon dimulai pada tahun 2021, menurut laporan media lokal. Dari Juli hingga Desember 2024, kereta ini menjalani uji coba selama enam bulan di Jalur Metro 1 Qingdao, termasuk 20 uji kendaraan rutin, 36 uji tipe, dan pengujian sistem menyeluruh untuk memvalidasi kinerja kereta secara penuh. Pada Desember 2024, kereta ini lulus peninjauan ahli untuk operasi uji coba penumpang, dan pada 5 Januari 2025, kereta ini menerima persetujuan keselamatan independen pihak ketiga, menurut laporan tersebut.

Sumber : Xinhua**

Exit mobile version