Energi Hijau

Pembangkit Listrik Berteknologi CAES Terbesar di Dunia Resmi Beroperasi di Tiongkok

490
Foto ini menunjukkan sebuah sudut dari stasiun penyimpanan energi udara terkompresi 300 MW di Kota Yingcheng, Provinsi Hubei, China tengah, 24 Desember 2024. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Yingcheng, Hubei, KabarHijau.com – Sebuah terobosan penting dalam teknologi penyimpanan energi terbarukan telah diresmikan di Tiongkok. Sebuah pembangkit listrik dengan teknologi penyimpanan energi udara terkompresi atau Compressed Air Energy Storage (CAES) yang memanfaatkan dua gua garam bawah tanah di Yingcheng, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, secara resmi memulai operasi komersialnya pada hari Kamis (9/1/2025).

Pembangkit listrik ini memanfaatkan gua bekas tambang garam yang terletak sekitar 500 meter di bawah tanah sebagai fasilitas penyimpanan udara bertekanan. Dengan memanfaatkan gua garam ini, pembangkit ini berfungsi sebagai “bank daya” raksasa dengan kapasitas output daya tunggal mencapai 300 MW dan kapasitas penyimpanan energi hingga 1.500 MWh. Sistem ini diklaim memiliki efisiensi konversi energi sekitar 70 persen, menurut China Energy Digital Technology Group Co., Ltd., salah satu investor utama proyek ini.

Keunggulan proyek ini terletak pada kapasitas dan efisiensinya yang diklaim sebagai yang tertinggi di dunia untuk pembangkit listrik CAES berbasis gua garam. Pembangkit ini mampu menyimpan energi selama delapan jam dan melepaskannya untuk menghasilkan listrik selama lima jam setiap hari. Dengan kemampuan ini, pembangkit diperkirakan akan menghasilkan rata-rata 500 juta kilowatt-jam listrik setiap tahunnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 750.000 penduduk.

Teknologi CAES bekerja dengan cara mengkompresi udara dan menyimpannya di dalam gua garam bawah tanah saat permintaan listrik rendah. Ketika permintaan listrik meningkat, udara bertekanan ini dilepaskan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Prinsip kerjanya mirip dengan pembangkit listrik tenaga air pumped storage, namun menggunakan udara sebagai media penyimpan energinya.

Pembangunan pembangkit CAES di Yingcheng ini didukung oleh penelitian dan pengembangan dari Institut Mekanika Batuan dan Tanah (IRSM) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS). Para peneliti telah melakukan optimasi pemanfaatan gua garam dan sistem pengeboran untuk memastikan efisiensi dan keamanan operasional.

Pemanfaatan gua garam sebagai tempat penyimpanan energi menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah intermitensi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Dengan adanya fasilitas penyimpanan energi skala besar seperti ini, pasokan listrik dapat lebih stabil dan andal, bahkan ketika sumber energi terbarukan sedang tidak menghasilkan energi.

Proyek ini tidak hanya penting bagi Tiongkok dalam upaya transisi menuju energi bersih, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi negara lain yang memiliki potensi sumber daya gua garam untuk mengembangkan teknologi serupa. Keberhasilan proyek ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung keberlanjutan energi di masa depan.

Sumber : Xinhua**

Exit mobile version