Analisis

Merayakan Hari Internasional Energi Bersih ke-2: Menuju Masa Depan Energi yang Inklusif dan Berkelanjutan

438
×

Merayakan Hari Internasional Energi Bersih ke-2: Menuju Masa Depan Energi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

KabarHijau.com – Pada tanggal 26 Januari, dunia akan merayakan Hari Internasional Energi Bersih ke-2. Hari penting ini dirancang untuk merayakan kemajuan, merefleksikan tantangan, dan memperkuat komitmen agar tidak ada yang tertinggal dalam transisi menuju energi bersih.

Negara-negara berkembang berada di pusat revolusi energi bersih. Dengan populasi yang terus bertumbuh, urbanisasi yang pesat, dan kebutuhan mendesak akan pembangunan berkelanjutan, diperkirakan sekitar 85% tambahan permintaan listrik antara sekarang hingga 2026 akan berasal dari ekonomi yang sedang berkembang.

Akses ke energi bersih adalah dasar untuk meningkatkan standar hidup, mengurangi kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, 685 juta orang di seluruh dunia—terutama di Afrika Sub-Sahara dan Asia Tenggara—masih belum memiliki akses listrik, sementara jutaan lainnya bergantung pada bahan bakar yang mencemari dan berbahaya yang membawa risiko kesehatan serius, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Analisis dari SEforALL menunjukkan bahwa jika ambisi tidak segera ditingkatkan, jumlah orang tanpa akses listrik dapat tetap stagnan hingga 2030, dengan 660 juta orang masih hidup tanpa listrik dan 1,8 miliar orang tanpa akses ke solusi memasak bersih. Untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 7 pada tahun 2030, diperlukan akses listrik bagi 157 juta orang per tahun dan peningkatan akses memasak bersih untuk 334 juta orang setiap tahun.

Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memprioritaskan pembiayaan, transfer teknologi, dan inisiatif pengembangan kapasitas guna menutup kesenjangan akses energi ini.

Salah satu inisiatif penting adalah Mission 300, yang diluncurkan oleh World Bank Group bersama African Development Bank. Program ini bertujuan meningkatkan investasi dalam solusi energi baik on-grid maupun off-grid untuk memberikan akses listrik ke komunitas paling terpencil dan rentan di Afrika.

Skala dan kemitraan luas dalam Mission 300 menunjukkan apa yang mungkin dicapai ketika berbagai pihak bekerja bersama. Upaya ini diharapkan dapat direplikasi di kawasan lain guna memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transisi energi bersih.

Saat kita merayakan hari ini, kita harus mengingat bahwa mencapai akses energi bersih secara universal pada tahun 2030 membutuhkan kolaborasi dalam skala global. Perjalanan menuju masa depan energi bersih harus dipandu oleh prinsip keadilan dan kesetaraan. Negara-negara berkembang dengan potensi besar yang belum tergali memegang kunci masa depan yang berkelanjutan.

Mari kita memperbarui komitmen untuk membangun dunia di mana energi bersih bukanlah hak istimewa, tetapi hak dasar bagi semua. Bersama-sama, kita dapat menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah, bersih, dan adil bagi generasi mendatang.

Selamat Hari Energi Bersih Internasional!