Analisis

Pasar Kredit Karbon Global 2024: Stagnasi yang Membuka Peluang Pertumbuhan

603
×

Pasar Kredit Karbon Global 2024: Stagnasi yang Membuka Peluang Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
Sumber gambar: carboncredits

KabarHijau.com – Pada tahun 2024, pasar kredit karbon global tetap stagnan, dengan nilai sekitar USD 1,4 miliar menurut laporan MSCI. Permintaan kredit karbon, yang diukur dari jumlah kredit yang “dipensiunkan” atau digunakan secara permanen, tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan. Harga karbon pun terus mengalami penurunan, dengan rata-rata hanya USD 4,8 per ton, turun 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di balik stagnasi ini, terdapat potensi pertumbuhan yang menjanjikan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berkomitmen pada target iklim yang ambisius dan munculnya kebijakan baru.

Angka Kunci Kredit Karbon di 2024

Kredit karbon memungkinkan bisnis dan pemerintah untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca mereka. Setiap kredit mewakili satu ton karbon dioksida yang berhasil dikurangi atau dihapuskan dari atmosfer. Kredit ini berasal dari berbagai proyek, seperti:

  1. Solusi Berbasis Alam: Reboisasi, konservasi hutan, dan penyimpanan karbon dalam tanah.
  2. Energi Terbarukan: Proyek seperti pembangkit tenaga angin dan surya yang menggantikan energi berbasis fosil.
  3. Teknologi Penangkapan Karbon: Teknologi seperti penangkapan udara langsung atau penyimpanan karbon melalui biochar.

Pada akhir 2024, lebih dari 6.200 proyek kredit karbon telah terdaftar secara global, menghasilkan 305 juta ton kredit karbon baru (MtCO2e). Secara kumulatif, sejak Perjanjian Paris 2016, jumlah kredit yang diterbitkan mencapai lebih dari 2,1 miliar. Meski demikian, hanya 180 juta kredit yang dipensiunkan pada tahun 2024, jumlah yang hampir sama dengan tahun 2023.

Harga yang Terus Menurun

Meskipun jumlah kredit karbon yang diterbitkan meningkat, harga terus menurun. Kredit karbon berbasis solusi alam cenderung memiliki harga lebih tinggi karena dianggap lebih andal dan tahan lama. Di sisi lain, proyek berbasis teknologi, seperti penangkapan karbon, memiliki harga premium lebih tinggi berkat inovasi dan sifat permanennya.

Namun, sejumlah tantangan, termasuk kekhawatiran akan kualitas proyek dan laporan penipuan, turut memperburuk kepercayaan pasar. Sebagai hasilnya, permintaan stagnan meskipun jumlah perusahaan yang mengumumkan target iklim meningkat.

Tanda-Tanda Pertumbuhan di Masa Depan

Terlepas dari tantangan, beberapa faktor menunjukkan potensi pertumbuhan pasar kredit karbon:

  1. Komitmen Iklim Perusahaan: Pada 2024, lebih dari 2.700 perusahaan telah menetapkan target iklim berbasis sains, meningkat 65% dibandingkan 2023. Ketika tenggat mendekat, banyak perusahaan akan bergantung pada kredit karbon untuk mencapai tujuan mereka.
  2. Peningkatan Standar: Standar baru seperti Core Carbon Principles (CCPs) bertujuan meningkatkan kualitas dan integritas proyek karbon, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar.

Tahun Transisi: 2025

Tahun 2025 diproyeksikan menjadi momen penting bagi pasar kredit karbon. Permintaan diperkirakan meningkat karena perusahaan semakin serius mengejar target pengurangan emisi 2030. Kredit karbon berbasis penghapusan (carbon dioxide removal/CDR) diprediksi menjadi fokus utama, karena dianggap esensial untuk mencapai emisi nol bersih.

Sektor penerbangan, melalui skema CORSIA, juga diperkirakan menjadi pemain utama dalam pasar karbon. Fase wajib CORSIA dimulai pada 2027, tetapi maskapai diperkirakan mulai membeli kredit lebih awal untuk memenuhi target pengurangan emisi. Selain itu, pelaksanaan Artikel 6 Perjanjian Paris dan regulasi nasional seperti EU Green Claims Directive akan memberikan panduan lebih jelas tentang penggunaan kredit karbon, meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar.

Proyeksi 2030 dan 2050

Menurut analisis MSCI, pasar kredit karbon dapat tumbuh hingga USD 7-35 miliar pada 2030, didorong oleh:

  1. Permintaan Kredit Penghapusan Karbon: Kredit ini lebih mahal tetapi dianggap lebih kredibel.
  2. Target Ambisius Perusahaan: Perusahaan akan semakin bergantung pada kredit karbon untuk menjembatani kesenjangan antara emisi aktual dan target mereka.
  3. Kredit Berkualitas Tinggi: Konsumen lebih memilih proyek dengan standar tinggi dan transparansi yang lebih baik, yang meningkatkan kepercayaan pasar.

Pada 2050, pasar diproyeksikan bernilai USD 45-250 miliar, dengan sekitar dua pertiga nilainya berasal dari kredit yang menghapus karbon. Teknologi seperti penangkapan udara langsung (direct air capture) diperkirakan memainkan peran kunci, dengan potensi nilai pasar mencapai USD 42 miliar.

Kesimpulan

Pasar kredit karbon saat ini memang menghadapi tantangan, tetapi potensi pertumbuhan di masa depan sangat besar. Dengan standar yang lebih ketat, komitmen perusahaan yang meningkat, dan solusi inovatif, pasar ini siap untuk keluar dari stagnasi dan membuka peluang baru bagi bisnis dan investor. Sebagai bagian dari upaya global melawan perubahan iklim, pasar kredit karbon akan tetap menjadi elemen penting dalam strategi pengurangan emisi di seluruh dunia.