KabarHijau.com – Para profesor dari University of Nigeria, Nsukka (UNN) menyoroti potensi ekonomi signifikan dari Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM) bagi Afrika, khususnya Nigeria.
Berbicara dalam lokakarya pemangku kepentingan tentang VCM, Prof. Polycarp Emeka Chigbue, Pelaksana Tugas Rektor UNN, mengungkapkan bahwa pendapatan global dari pasar ini mencapai $2 miliar pada 2021, dengan proyeksi untuk Afrika melebihi $1,5 triliun pada tahun 2050.
“Pasar karbon sukarela mencakup semua transaksi offset karbon yang tidak dibeli di bawah pasar karbon yang diatur, sementara pasar karbon regulasi adalah tempat di mana entitas yang diatur mendapatkan offset di bawah rezim regulasi,” jelas Prof. Chigbue, mengutip laporan harian Nigeria The Sun.
Prof. Chigbue menambahkan bahwa VCM telah aktif selama lebih dari dua dekade, sebagian besar didorong oleh inisiatif sektor swasta, dan kini diakui sebagai mekanisme utama untuk mencapai target pengurangan emisi berdasarkan Pasal 6 Perjanjian Paris.
Sementara itu, Prof. Nnaemeka Chukwuone, Direktur Resource and Environmental Policy Research Centre di UNN, memaparkan manfaat VCM bagi Nigeria.
“Manfaat pertama adalah membantu Nigeria mengurangi emisi dan mencapai target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) sesuai tujuan Perjanjian Paris,” ujar Chukwuone.
Ia juga menyoroti peluang ekonomi dari pasar karbon, yang diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan lebih dari $2 miliar untuk Nigeria pada 2030. Selain itu, pasar ini berpotensi menciptakan lapangan kerja di sektor kehutanan, pertanian, dan energi.
“Jika Anda memiliki offset di sektor kehutanan, akan ada banyak pendapatan yang datang dari pasar karbon, serta peluang kerja di sektor tersebut,” jelasnya.
Melalui pengelolaan VCM, Nigeria memiliki potensi untuk mempercepat pencapaian target iklim, menciptakan pendapatan signifikan, dan membuka peluang kerja berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya dalam pasar karbon global.












