Isu Terkini

Sumut Berpeluang Menjadi Pusat Energi Terbarukan Indonesia, Kata Pj Gubernur

316
×

Sumut Berpeluang Menjadi Pusat Energi Terbarukan Indonesia, Kata Pj Gubernur

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni menyebut provinsi yang dipimpinnya berpeluang menjadi pusat sumber energi terbarukan di Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumut)

Medan, KabarHijau.com – Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa provinsi yang dipimpinnya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat sumber energi terbarukan di Indonesia. Hal ini disampaikan setelah peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Agus Fatoni menilai bahwa Sumatera Utara memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti tenaga surya, air, angin, dan lainnya, yang memungkinkan provinsi ini menjadi salah satu pusat energi terbarukan di Indonesia. “Sumut mempunyai peluang yang sangat besar untuk jadi pusat sumber energi terbarukan di Indonesia,” kata Fatoni pada acara peresmian yang dilaksanakan di kawasan Intake Weir PLTA Asahan, Senin. Sebagaimana dilansir Antara, Agus Fatoni menambahkan bahwa pembangunan PLTA Asahan 3 menjadi bukti nyata pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada di Sumatera Utara untuk mendukung pembangunan energi terbarukan nasional.

PLTA Asahan 3 yang dibangun sejak 2019 hingga 2024 ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Dengan kapasitas yang mampu memasok listrik untuk 113.769 rumah tangga, PLTA ini juga diharapkan dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut, berkat banyaknya tenaga kerja yang diserap selama pembangunan.

Fatoni mengapresiasi percepatan pembangunan PLTA Asahan 3 yang merupakan salah satu proyek PLTA tercepat di Indonesia. “Kami apresiasi pembangunan PLTA ini, ini menjadi kebanggaan kita semua, tidak hanya untuk Sumut, tetapi juga Indonesia,” tambahnya.

Presiden Prabowo Subianto, yang meresmikan PLTA Jatigede di Jawa Barat, menyatakan bahwa peresmian proyek kelistrikan di 18 provinsi ini merupakan langkah besar dalam transformasi energi Indonesia. “Kita sekarang ini menjadi salah satu negara yang paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan,” ujarnya.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Wiluyo Kusdwiharto, menjelaskan bahwa PLTA Asahan 3, yang memiliki kapasitas 2×87 MW, adalah proyek pertama di Indonesia yang menerapkan sistem building information modelling. Proyek ini juga dipastikan dapat mengurangi emisi sekitar 688.610 ton per tahun dan mendukung irigasi sawah di sekitar lokasi PLTA.

Pembangunan PLTA Asahan 3 menjadi contoh kolaborasi sukses antara PLN, kontraktor, dan pemerintah daerah, yang membuktikan bahwa proyek besar dapat diselesaikan dalam waktu singkat dengan kerja sama yang solid.

Dengan kehadiran PLTA Asahan 3, Sumatera Utara semakin menunjukkan komitmennya untuk berperan penting dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.