Isu Terkini

PT Pertamina EP Rehabilitasi 6,3 Hektare DAS untuk Dukung Pelestarian Lingkungan

353
×

PT Pertamina EP Rehabilitasi 6,3 Hektare DAS untuk Dukung Pelestarian Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Aksi penanaman pohon
Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar dan Direktur Utama Pertamina EP Wisnu Hindadari menanam pohon mangga di lokasi penanaman pohon serentak nasional di Gunung Tilu, Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (14/1/2025). (ANTARA/HO-Pertamina EP)

Jakarta, KabarHijau.com – PT Pertamina EP mencatatkan capaian signifikan dalam rehabilitasi lahan Daerah Aliran Sungai (DAS). Sejak 2023 hingga saat ini, total lahan yang telah direhabilitasi mencapai 6,3 hektare. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam melestarikan lingkungan dan mengurangi emisi karbon.

“Hingga kini, kami sudah menanam 9.942 pohon. Targetnya adalah menanam 10.718 pohon secara bertahap di lahan seluas 23 hektare hingga tahun 2028,” ujar Direktur Utama Pertamina EP, Wisnu Hindadari, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/1).

Program rehabilitasi ini sejalan dengan upaya mendukung kelestarian lingkungan dan mendukung pengurangan emisi karbon, sebagaimana menjadi bagian penting dalam misi keberlanjutan perusahaan.

Sebagai wujud konkret, Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) turut menjadi tuan rumah Program Penanaman Pohon Serentak Nasional yang digelar Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (10/1) serentak di lebih dari 100 lokasi penanaman di 37 provinsi.

Penanaman Pohon di Majalengka

Berlokasi di Gunung Tilu, Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, sebanyak 250 pohon buah ditanam dalam program ini. Penanaman dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Pj. Bupati Majalengka, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, dan Direktur Utama Pertamina EP.

Kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan acara utama yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wamenhut Sulaiman Umar menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memulihkan lahan kritis guna mendukung ketahanan pangan, energi, dan air. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

“Ini adalah bagian dari upaya masif pemerintah untuk memulihkan 12,7 juta hektare hutan dan lahan terdegradasi. Kami mengapresiasi peran aktif Pertamina EP dan SKK Migas dalam mendukung program ini,” ujar Sulaiman.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga dan merawat bumi melalui penanaman dan pemeliharaan pohon.

Penanaman pohon ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pertamina EP dalam menyelesaikan program rehabilitasi DAS sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban atas Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang diberikan pemerintah.

Dengan semangat kolaborasi, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem lingkungan dan generasi mendatang.