Sains

Deforestasi Tropis Tingkatkan Kematian Akibat Panas Ekstrem, Studi Global Peringatkan

230
×

Deforestasi Tropis Tingkatkan Kematian Akibat Panas Ekstrem, Studi Global Peringatkan

Sebarkan artikel ini
Perbatasan antara ladang dan hutan
Foto udara menunjukkan kontras antara lanskap hutan dan pertanian di dekat Rio Branco, Acre, Brasil. Photo: Kate Evans/CIFOR

KabarHijau.com – Hilangnya hutan tropis bukan hanya mempercepat krisis iklim, tetapi juga meningkatkan angka kematian akibat gelombang panas.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Climate Change memperkirakan lebih dari 300 juta orang kini terekspos pada suhu tinggi akibat kehilangan tutupan vegetasi, dengan 28.000 kematian per tahun terkait langsung dengan fenomena ini.

Hutan sebagai Pendingin Alami

Riset yang dipimpin oleh Dr. Carly Reddington dan Prof. Dominick Spracklen dari University of Leeds menganalisis deforestasi di Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara.

Hasilnya menunjukkan bahwa penebangan hutan dekat kawasan perkotaan mempercepat pemanasan lokal dan berdampak langsung pada jutaan orang. Beberapa negara paling terdampak antara lain:

  • Indonesia: 48 juta jiwa terekspos panas ekstrem
  • Republik Demokratik Kongo: 42 juta jiwa
  • Brasil: 21 juta jiwa

Hutan mendinginkan iklim lokal dengan memompa air dari tanah ke atmosfer. Ketika pohon ditebang, proses itu berhenti dan lingkungan langsung memanas,” jelas Prof. Spracklen.

Akar Masalah: Pertanian Intensif

Laporan terbaru World Resources Institute (WRI) bersama Google DeepMind mengungkapkan bahwa 34% hutan yang hilang antara 2001–2024 tidak akan pulih secara alami.

Penyebab utama adalah pertanian intensif, yang menyumbang 95% deforestasi permanen.

Uni Eropa Dikritik: Regulasi Deforestasi Tertunda

Uni Eropa tengah menuai kritik karena menunda implementasi Deforestation Regulation, aturan yang mewajibkan pemasok komoditas seperti minyak sawit, daging sapi, kayu, dan kopi membuktikan bahwa produk mereka tidak terkait deforestasi ilegal.

  • Perusahaan besar: kewajiban baru berlaku akhir 2025
  • UKM: hingga 2026

Penundaan ini memberi ruang bagi produk yang terhubung dengan deforestasi untuk tetap masuk pasar Eropa tanpa pengawasan ketat. Investigasi bahkan menemukan lima perusahaan pelayaran mengangkut lebih dari 500 ribu ton daging dan kulit dari rumah potong hewan di Brasil yang terhubung dengan deforestasi selama 2021–2022.

Dampak Kesehatan Publik

Selain panas, deforestasi tropis juga memperburuk kualitas udara, meningkatkan risiko malaria, membebani sistem kesehatan, hingga menambah angka kematian dari berbagai penyebab.

Lebih dari sepertiga kematian akibat panas di wilayah deforestasi langsung terkait dengan hilangnya pohon,” tulis para peneliti.

Seruan Mendesak

Studi ini menegaskan bahwa perlindungan hutan tropis mendesak dilakukan, bukan hanya demi iklim global, tetapi juga untuk kesehatan manusia. Tanpa langkah nyata, jutaan orang di kawasan tropis akan terus terpapar suhu ekstrem, udara tercemar, dan ekosistem yang kian rusak.