KabarHijau.com – Dalam beberapa tahun terakhir, baterai lithium-ion telah menjadi pilihan utama karena efisiensinya yang tinggi dan biaya yang relatif terjangkau. Namun, ketergantungan pada sumber daya terbatas seperti lithium dan grafit membuat para peneliti terus mencari alternatif yang lebih berkelanjutan.
Kayu sebagai Solusi Baterai Berkelanjutan
Kayu menawarkan solusi inovatif dalam industri penyimpanan energi. Dengan sifatnya yang ringan, tidak beracun, melimpah, terbarukan, dan mudah terurai, kayu menjadi bahan yang ideal untuk produksi baterai ramah lingkungan.
Selain itu, baterai berbasis kayu memiliki jejak karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan baterai konvensional. Produksi baterai kayu menghasilkan emisi hingga 25 kali lebih sedikit dibandingkan dengan produksi jumlah listrik yang sama menggunakan teknologi lithium-ion.
Nanocellulose dari Kayu
Baterai berbasis kayu dikembangkan dengan teknologi nano yang memanfaatkan nanocellulose sebagai komponen utama. Penggunaan nanocellulose memungkinkan penyimpanan energi yang lebih efisien dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan baterai konvensional.
Teknologi ini semakin menarik perhatian, terutama dengan kemajuan signifikan dalam peningkatan kapasitas penyimpanan energi baterai kayu. Para ahli percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, kapasitas penyimpanan energi baterai berbasis kayu dapat menyamai baterai lithium-ion.
Manfaat Lignin
Lignin, yang membentuk sekitar 20 hingga 30 persen dari kayu, merupakan makromolekul alami terbesar kedua setelah selulosa. Perusahaan Finlandia, StoraEnso, memanfaatkan lignin untuk memproduksi baterai organik yang lebih berkelanjutan. Lignin diproses menjadi strip untuk menggantikan grafit sebagai material anoda pada baterai, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan yang tidak terbarukan.
Material yang dihasilkan dari lignin ini tidak beracun dan berpotensi menjadi pengganti bahan bakar fosil. Sejak 2015, StoraEnso telah memproduksi lignin dengan kapasitas tahunan mencapai 50.000 ton, menjadikannya produsen lignin terbesar di dunia.
Teknologi Paten: Lignode
StoraEnso telah mematenkan teknologi ini dengan nama Lignode, yang memungkinkan produksi baterai berkelanjutan dalam skala besar. Skalabilitas dan keberlanjutan menjadi dua dari lima manfaat utama yang ditawarkan teknologi energi terbarukan ini. Pada tahun 2022, StoraEnso menjalin kerja sama dengan Northvolt untuk produksi baterai berbasis kayu, menandai langkah besar dalam pasar baterai ramah lingkungan.
Melalui kesepakatan ini, StoraEnso menyediakan material anoda berbasis lignin dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan, sementara Northvolt bertanggung jawab atas desain sel, pengembangan proses produksi, dan skalabilitas teknologi. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.
