Analisis

Investasi Energi Bersih Tembus $2,1 Triliun: Langkah Besar atau Masih Jauh dari Net Zero?

526
×

Investasi Energi Bersih Tembus $2,1 Triliun: Langkah Besar atau Masih Jauh dari Net Zero?

Sebarkan artikel ini

KabarHijau.com – Investasi global dalam teknologi transisi energi mencapai rekor tertinggi sebesar $2,1 triliun pada tahun 2024, menurut laporan terbaru BloombergNEF. Angka ini meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan kendaraan listrik (EV), energi terbarukan, dan infrastruktur jaringan listrik yang lebih canggih.

Meskipun angka ini menunjukkan peningkatan komitmen terhadap energi bersih, para ahli memperingatkan bahwa investasi saat ini masih jauh dari cukup untuk mencapai target iklim global.

Kesenjangan Investasi Menuju Net Zero

Untuk mencapai target net-zero emisi pada tahun 2050, Bloomberg memperkirakan bahwa investasi global harus meningkat hingga tiga kali lipat menjadi $5,6 triliun per tahun antara 2025 dan 2030. Artinya, dunia masih menghadapi kesenjangan investasi yang sangat besar dalam upaya transisi energi.

Energi menyumbang sekitar 75% dari emisi gas rumah kaca global, sehingga percepatan peralihan ke energi bersih sangat penting untuk menekan kenaikan suhu global di bawah 2°C, atau idealnya 1,5°C, sesuai dengan Kesepakatan Paris.

Namun, transisi ini membutuhkan pendekatan yang sistematis, termasuk penghentian bertahap penggunaan bahan bakar fosil dan penghapusan subsidi yang menghambat inovasi energi bersih.

Sektor yang Mendominasi Investasi Energi Bersih

Berdasarkan laporan Bloomberg, sektor transportasi elektrifikasi menjadi pemenang utama dalam investasi energi bersih tahun 2024, dengan total pendanaan sebesar $757 miliar. Investasi ini mencakup kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, serta kendaraan berbasis sel bahan bakar.

Energi terbarukan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan total investasi sebesar $728 miliar, mencakup tenaga angin, surya, biofuel, dan sumber energi hijau lainnya. Sementara itu, modernisasi jaringan listrik mendapatkan dana sebesar $390 miliar untuk meningkatkan infrastruktur dan manajemen permintaan energi.

Di sisi lain, investasi di sektor teknologi baru seperti pemanas listrik, hidrogen, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), industri bersih, dan transportasi laut rendah karbon masih tertinggal, hanya mencapai $155 miliar—mengalami penurunan 23% dibanding tahun sebelumnya.

Negara yang Memimpin Transisi Energi

Tiongkok menjadi pemain utama dalam investasi energi bersih, menyumbang $818 miliar atau sekitar dua pertiga dari peningkatan global. Investasi ini mencakup berbagai sektor seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, penyimpanan energi, dan jaringan listrik.

Tiongkok juga mencatatkan angka investasi energi yang setara dengan 4,5% dari PDB-nya, jauh melampaui negara lain seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, AS menempati posisi kedua dengan investasi sebesar $338 miliar, disusul oleh Jerman dengan $109 miliar.

Negara lain seperti India dan Kanada juga mengalami peningkatan investasi, masing-masing tumbuh sebesar 13% dan 19%.

Proyeksi Investasi Energi Bersih 2035

Menurut laporan Bloomberg, investasi energi bersih diperkirakan akan meningkat tajam setelah tahun 2030. Antara 2031 dan 2035, pendanaan tahunan diprediksi mencapai $7,6 triliun—3,6 kali lebih tinggi dibanding tahun 2024.

Sektor transportasi elektrifikasi diperkirakan tetap menjadi kontributor utama dalam investasi, dengan pertumbuhan pesat kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya.

Meskipun proyeksi investasi energi bersih terlihat menjanjikan, perubahan kebijakan politik dan kondisi ekonomi global akan sangat mempengaruhi arah pendanaan di tahun-tahun mendatang. Dengan tantangan geopolitik dan perubahan kepemimpinan, terutama di AS, dunia masih menunggu kejelasan tentang arah kebijakan energi bersih ke depan.