Bangkok, KabarHijau.com – Pasar kredit karbon Thailand menunjukkan lonjakan signifikan pada kuartal pertama tahun fiskal 2025, dengan total 101.894 ton ekuivalen karbon dioksida (tCO2eq) senilai 17,78 juta baht (sekitar Rp8,53 miliar) yang diperdagangkan selama periode Oktober-Desember 2024.
Sebagaimana dilansir The Nation, Badan Pengelola Gas Rumah Kaca Thailand (Thailand Greenhouse Gas Management Organisation/TGO) mengungkapkan pada Senin (03/02), bahwa sebagian besar kredit karbon yang diperdagangkan dalam skema Thailand Voluntary Emission Reduction Programme (T-VER) berasal dari sektor energi terbarukan.
Dari total 88.744 tCO2eq senilai 3,60 juta baht (sekitar Rp1,73 miliar) di sektor energi terbarukan, kredit karbon dari biomassa diperdagangkan pada kisaran harga 35-500 baht (sekitar Rp16.800 – Rp240.000) per tCO2eq, sementara kredit dari tenaga surya berada pada rentang 45-250 baht (sekitar Rp21.600 – Rp120.000) per tCO2eq.
Sementara itu, kredit karbon dari pengurangan dan penyimpanan karbon di sektor kehutanan dan pertanian mencapai 10.232 tCO2eq dengan nilai transaksi 13,56 juta baht (sekitar Rp6,51 miliar). Kredit karbon dari sektor kehutanan diperdagangkan dalam kisaran 300-2.076 baht (sekitar Rp144.000 – Rp996.480) per tCO2eq, sedangkan kredit dari tanaman pertanian tahunan dihargai 1.000 baht (sekitar Rp480.000) per tCO2eq.
Kredit karbon dari proyek pengurangan emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan juga mencatatkan transaksi di kisaran harga 500-1.500 baht (sekitar Rp240.000 – Rp720.000) per tCO2eq.
Selain itu, sebanyak 2.918 tCO2eq kredit karbon dari pengelolaan limbah, senilai 606.300 baht (sekitar Rp291 juta), turut diperdagangkan, dengan kredit dari pupuk organik dihargai 100 baht (sekitar Rp48.000) per tCO2eq.
TGO mencatat bahwa rata-rata harga kredit karbon yang diperdagangkan pada kuartal pertama tahun fiskal 2025 mencapai 174,52 baht (sekitar Rp83.769,60) per tCO2eq, meningkat dari 125,05 baht (sekitar Rp60.024) di tahun sebelumnya.
Kenaikan harga ini terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga kredit karbon di sektor kehutanan dan pertanian, yang diperdagangkan dalam kisaran 1.700-2.076 baht (sekitar Rp816.000 – Rp996.480) per tCO2eq pada Desember 2024, sejalan dengan tren kenaikan harga karbon global.
TGO juga mengungkapkan bahwa total 21,43 juta tCO2eq kredit karbon telah disertifikasi, dengan 1,95 juta tCO2eq telah dibeli untuk keperluan offset karbon, sementara 19,48 juta tCO2eq masih tersedia di pasar Thailand.











