Energi Hijau

Basis Energi China Utara Percepat Transisi Hijau dari Batu Bara ke Energi Bersih

233
×

Basis Energi China Utara Percepat Transisi Hijau dari Batu Bara ke Energi Bersih

Sebarkan artikel ini

Beijing, KabarHijau.com — Pabrik perakitan turbin angin milik Ming Yang Smart Energy Group di Taman Industri Baotou, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, China Utara, kini menjadi simbol percepatan peralihan energi hijau di kawasan yang selama ini identik dengan batu bara.

Di dalam pabrik, jalur produksi berjalan tertib dengan deretan pekerja yang sibuk, lengan robotik bergerak teratur, dan layar digital menampilkan data produksi secara real-time. Sejak 2008, turbin angin yang diproduksi di fasilitas ini telah digunakan di lebih dari 100 proyek di seluruh China.

Mongolia Dalam, yang selama ini menjadi basis energi utama dengan menyumbang lebih dari seperempat produksi batu bara nasional pada 2024, kini tengah mengubah wajah industrinya. Setelah puluhan tahun bertumpu pada industri padat sumber daya dan pencemar, wilayah ini memanfaatkan potensi energi terbarukan yang melimpah dari angin dan matahari untuk menumbuhkan momentum baru pembangunan hijau.

Kini, hamparan panel surya dan turbin angin mulai mendominasi lanskap yang dulunya dikenal dengan gurun dan tambang batu bara. Lebih dari 30 perusahaan energi baru, termasuk Ming Yang, telah membangun rantai industri lengkap dari riset, desain, hingga manufaktur di kawasan tersebut. Pada 2024, nilai tambah industri energi baru skala besar naik 20,1 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara manufaktur peralatan energi baru melonjak 42,4 persen secara tahunan.

“Mongolia Dalam telah membangun rantai industri menyeluruh untuk energi angin, surya, hidrogen, dan penyimpanan energi. Ini menjadi fondasi penting bagi babak baru pembangunan industri di wilayah ini,” ujar Gong Mingzhu, Direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Daerah.

Selain membangun energi baru, Mongolia Dalam juga melakukan transformasi pada sektor berbasis batu bara. Contohnya adalah pabrik milik Inner Mongolia Baofeng Coal-based New Material Co., Ltd. di Ordos yang memproduksi olefin — bahan baku utama plastik, tekstil, hingga komponen dirgantara — dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

Pabrik tersebut disebut sebagai proyek olefin berbasis batu bara terbesar di dunia dalam satu lokasi. Menariknya, perusahaan sudah memanfaatkan hidrogen hijau untuk menggantikan bahan bakar fosil dalam proses produksi, sehingga mampu menekan emisi karbon dioksida hingga 6,3 juta ton per tahun.

Pada 2024, output industri kimia batu bara modern di Mongolia Dalam melampaui 100 miliar yuan (sekitar 14,07 miliar dolar AS). Wilayah ini juga menduduki peringkat pertama nasional dalam kapasitas produksi gas berbasis batu bara dan olefin.

“Menambang dan menjual batu bara saja tidak cukup untuk memaksimalkan potensi energi Mongolia Dalam, juga tidak sesuai dengan tuntutan membangun negara modern,” ujar Hu Chengdong, Wakil Direktur Biro Energi Daerah.

Menurut Hu, Mongolia Dalam harus bergerak dari model pertumbuhan berbasis ekstraksi menuju inovasi, serta mendorong industri tradisional ke arah efisiensi tinggi dan nilai tambah yang lebih besar.