KabarHijau.com – Pemerintah Vietnam resmi menyetujui transfer tambahan sebesar satu juta ton kredit karbon kepada International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), bagian dari Grup Bank Dunia. Keputusan ini dilaporkan oleh Vietnam Investment Review (VIR).
Kredit karbon tersebut berasal dari surplus penurunan emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan melalui hutan tanaman di wilayah Vietnam bagian tengah utara.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Pembayaran Penurunan Emisi (Emission Reductions Payment Agreement/ERPA) yang ditandatangani pada tahun 2020 antara Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam dengan IBRD.
Awalnya, perjanjian mencakup 10,3 juta ton pengurangan emisi CO₂. Namun, hasil penurunan emisi pada periode 2018–2019 melampaui target, menghasilkan surplus sebesar 5,9 juta ton.
Berdasarkan ketentuan pembayaran yang disepakati lima tahun lalu dengan harga rata-rata sekitar US$5 per ton, tambahan satu juta ton kredit karbon ini berpotensi memberikan pemasukan sekitar US$5 juta bagi Vietnam.
Sekitar 95 persen dari kredit karbon yang ditransfer akan dikembalikan ke Vietnam untuk mendukung target Nationally Determined Contributions (NDCs) sesuai Perjanjian Paris. Dana hasil transfer ini akan disalurkan kepada pemilik hutan, otoritas lokal, serta organisasi pengelola hutan alam di lima provinsi: Thanh Hoa, Nghe An, Ha Tinh, Quang Tri, dan Thua Thien Hue.
Selain itu, sebagian dana akan digunakan untuk mendukung kelompok perlindungan hutan dan program peningkatan mata pencaharian masyarakat.
Sebelumnya, IBRD telah mengusulkan pembelian satu juta ton dari surplus tersebut, mendorong kementerian terkait mengajukan permohonan kepada perdana menteri pada tahun 2024. Adapun sisa 4,9 juta ton setelah transfer ini akan dipertahankan Vietnam untuk memenuhi komitmen NDC, mengingat sulitnya mendapatkan pembeli tambahan serta tren penurunan nilai kredit karbon di pasar global.










