Isu Terkini

Studi Ungkap Ribuan Dana ESG Justru Investasi di Energi Fosil

425
×

Studi Ungkap Ribuan Dana ESG Justru Investasi di Energi Fosil

Sebarkan artikel ini
Photo: Boy Anthony/Shutterstock

KabarHijau.com – Sebuah studi terbaru dari Urgewald dan Facing Finance mengungkap fakta mengejutkan tentang dana investasi yang mengklaim berfokus pada prinsip environmental, social, and governance (ESG). Dari analisis terhadap lebih dari 14.000 dana investasi di Eropa, ditemukan bahwa hampir 5.000 di antaranya tetap menanamkan modal di perusahaan industri berbahan bakar fosil.

Laporan tersebut menyatakan bahwa lebih dari sepertiga dana ESG yang diteliti telah menginvestasikan lebih dari 123 miliar euro atau sekitar US$134 miliar di perusahaan yang “secara aktif mendukung” ekspansi proyek minyak, gas, dan batu bara. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kredibilitas label ESG yang selama ini dianggap sebagai standar investasi berkelanjutan.

Tak hanya energi fosil, studi ini juga menemukan bahwa beberapa dana ESG berinvestasi di sektor kontroversial lainnya, termasuk obligasi pemerintah Rusia dan industri senjata perang. Fenomena ini semakin memperkuat kritik bahwa label ESG sering digunakan sebagai strategi pemasaran tanpa adanya kepatuhan nyata terhadap prinsip keberlanjutan.

Karena kekhawatiran ini, Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) telah mengambil langkah untuk memperketat definisi ESG. Otoritas tersebut berencana mewajibkan manajer investasi untuk memberikan bukti nyata bahwa portofolio mereka benar-benar sesuai dengan standar keberlanjutan yang mereka klaim.

“Perusahaan yang terus memperluas proyek bahan bakar fosil di tengah krisis iklim membahayakan masa depan kita,” ujar Julia Dubslaff, peneliti keuangan di Urgewald, seperti dikutip dari Bloomberg. “Kehadiran mereka dalam dana ESG bertentangan dengan konsep keberlanjutan itu sendiri.”

Lebih lanjut, studi tersebut mengidentifikasi enam perusahaan bahan bakar fosil yang paling sering muncul dalam dana ESG, yakni TotalEnergies SE, Shell Plc, Exxon Mobil Corp., Chevron Corp., Eni SpA, dan BP Plc. Secara keseluruhan, investasi ESG di enam perusahaan ini mencapai 23,5 miliar euro.

Temuan ini semakin memperkuat urgensi bagi regulator dan investor untuk lebih kritis dalam menilai apakah sebuah dana benar-benar memenuhi standar keberlanjutan atau sekadar menggunakan label ESG sebagai alat pemasaran semata. Dengan adanya langkah pengawasan yang lebih ketat, diharapkan dana ESG di masa depan dapat benar-benar mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan dan bukan sekadar klaim kosong.