Isu Terkini

Rumah W: Solusi Hunian Berkelanjutan di Hokkaido, Jepang

410
×

Rumah W: Solusi Hunian Berkelanjutan di Hokkaido, Jepang

Sebarkan artikel ini
Rumah W, rumah berstruktur bahan kayu, yang terletak di Nakafurano, Hokkaido, Jepang. Photo: Noticiasambientales

Florian Busch Architects baru saja menyelesaikan proyek “House W”, sebuah rumah berbahan kayu yang terletak di Nakafurano, Hokkaido, Jepang. Rumah ini terinspirasi oleh gudang-gudang kuno di daerah tersebut, dirancang untuk keluarga yang tinggal di lingkungan dengan iklim ekstrem—musim dingin yang sangat dingin dan bersalju, serta musim panas yang hangat.

Desain Efisien Energi untuk Iklim Ekstrem

Rumah W dirancang dengan fokus pada efisiensi energi. Berkat sistem panel surya dan pompa panas, rumah ini menghasilkan hampir dua kali lipat energi yang dikonsumsinya setiap tahun. Rumah ini dilengkapi dengan 56 panel surya fotovoltaik yang memiliki kapasitas total 23 kW, yang dipasang di berbagai bagian eksterior. Sistem ini, bersama dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai, memungkinkan rumah beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik selama sebagian besar tahun.

Selain itu, rumah ini juga dilengkapi dengan pompa panas yang terhubung dengan sumber air terdekat, yang menjaga suhu tetap stabil di dalam rumah. Sistem ini menyediakan pemanasan lantai dan air panas untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Desain Rumah yang Fleksibel dan Efisien Energi

Kombinasi antara energi surya dan penyimpanan energi yang efisien memungkinkan rumah ini menghasilkan hampir dua kali lipat energi yang dibutuhkannya setiap tahun. Kelebihan energi ini dapat digunakan untuk mengisi daya kendaraan listrik atau disalurkan kembali ke jaringan listrik lokal, yang berkontribusi pada keberlanjutan komunitas setempat.

Meneruskan Warisan Gudang Tradisional

House W dibangun di atas lahan bekas sebuah gudang tua yang dikelilingi oleh sawah dan ladang asparagus. Desain rumah ini meniru struktur gudang yang dibagi menjadi dua volume, yang dihubungkan oleh area kaca tengah. Konfigurasi ini muncul sebagai solusi atas keterbatasan anggaran, karena pemilik rumah awalnya mempertimbangkan untuk membagi konstruksi menjadi beberapa fase.

Sebagai bagian dari strategi desain, sebuah bagian ketiga dibangun sebelum menyelesaikan rumah: sebuah gudang dan ruang bengkel, yang memungkinkan perluasan di masa depan tanpa mengubah estetika keseluruhan.

Interior yang Terang dan Berkelanjutan

Interior rumah seluas 163 m² ini terbagi di dua lantai dengan langit-langit tinggi, ruang terbuka, dan finishing kayu yang memberikan suasana yang nyaman dan hangat. Permukaan kaca besar memungkinkan cahaya alami masuk dan memfasilitasi ventilasi silang, mengurangi kebutuhan akan pencahayaan buatan dan pendingin udara.

Untuk meningkatkan kenyamanan termal, rumah ini dilengkapi dengan bilah yang dapat disesuaikan untuk mengatur paparan matahari: pada musim panas, bilah tersebut menghalangi panas berlebih, sementara pada musim dingin, bilah tersebut memaksimalkan penyerapan panas matahari untuk mempertahankan kehangatan di dalam rumah.

Model Hunian Mandiri yang Berkelanjutan

Rumah W di Jepang ini adalah contoh yang jelas bagaimana arsitektur tradisional dan teknologi modern dapat digabungkan untuk menciptakan rumah yang mandiri dan efisien energi. Kemungkinan untuk memperluas bangunan di masa depan tanpa mengubah integrasi dengan lanskap menjadikannya solusi yang serbaguna dan berkelanjutan.

Jenis rumah seperti ini mewakili alternatif yang layak bagi daerah dengan iklim ekstrem, di mana optimalisasi konsumsi energi dan penggunaan energi terbarukan sangat penting untuk memastikan kenyamanan tanpa mengorbankan lingkungan.