Riset

Pemanasan Global Mempercepat Penuaan pada Lansia, Studi Terbaru Mengungkap Fakta Mengkhawatirkan

340
×

Pemanasan Global Mempercepat Penuaan pada Lansia, Studi Terbaru Mengungkap Fakta Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Photo: www.flickr.com/photos/130075348@N08

KabarHijau.com – Sebuah studi terbaru memperingatkan bahwa peningkatan suhu akibat perubahan iklim dapat mempercepat proses penuaan biologis pada orang lanjut usia. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pekan ini menunjukkan bahwa individu lansia yang terpapar panas ekstrem dalam jangka waktu lama mengalami percepatan penuaan pada tingkat biologis.

Dampak Panas Ekstrem terhadap Penuaan Biologis

Para peneliti dari University of Southern California menganalisis data dari lebih dari 3.600 individu berusia 56 tahun ke atas di seluruh Amerika Serikat. Mereka membandingkan penanda biologis peserta dengan pola suhu di lingkungan tempat tinggal mereka.

Hasil studi mengungkapkan bahwa individu yang tinggal di daerah dengan suhu di atas 32°C – yang diklasifikasikan sebagai “Perhatian Ekstrem” oleh Layanan Cuaca Nasional AS – mengalami percepatan usia biologis, dalam beberapa kasus lebih dari satu tahun lebih tua dari usia kronologis mereka.

Apa Itu Penuaan Biologis dan Mengapa Penting?

Usia kronologis seseorang dihitung sejak kelahirannya, sedangkan usia biologis mencerminkan tingkat keausan tubuh pada tingkat seluler dan molekuler. Peningkatan usia biologis yang lebih cepat dari usia kronologis dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap penyakit dan kematian dini.

Dalam studi ini, para ilmuwan menganalisis sampel darah yang dikumpulkan selama enam tahun, dari 2010 hingga 2016, termasuk dari peserta yang tinggal di daerah panas seperti Arizona. Mereka menggunakan epigenetic clocks – alat yang melacak perubahan DNA seiring waktu – dan menghubungkan hasilnya dengan data indeks panas setempat, yang memperhitungkan suhu dan kelembaban.

Hasilnya menunjukkan bahwa di daerah dengan suhu lebih panas, jam epigenetik berdetak lebih cepat, bahkan setelah mempertimbangkan faktor gaya hidup seperti olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol.

Perubahan Iklim, Panas Perkotaan, dan Populasi Rentan

Dengan meningkatnya suhu global, temuan ini menyoroti perlunya perlindungan lebih besar terhadap populasi rentan, terutama lansia, dari risiko kesehatan akibat panas ekstrem.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu rata-rata sekitar 1,6°C di atas level pra-industri. Gelombang panas ekstrem juga semakin sering terjadi.

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan panas ekstrem dengan tekanan kardiovaskular, masalah ginjal, dan bahkan penurunan kognitif.

Para peneliti menekankan bahwa kota-kota dapat mengurangi dampak panas ekstrem dengan membangun lebih banyak ruang hijau perkotaan, menanam lebih banyak pohon, dan merancang infrastruktur publik yang tahan terhadap panas. Tanpa langkah-langkah ini, peningkatan suhu dapat menjadi ancaman yang semakin besar bagi populasi lansia di seluruh dunia.