KabarHijau.com – Spiritus, perusahaan inovatif di bidang teknologi iklim, baru saja mengumumkan pendanaan Seri A sebesar $30 juta yang dipimpin oleh Aramco Ventures. Investasi ini juga didukung oleh Khosla Ventures, Mitsubishi Heavy Industries America, dan TDK Ventures.
Pendanaan signifikan ini akan mendorong misi Spiritus dalam menghapus emisi karbon dari sektor energi dan konstruksi, memungkinkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus meningkat pesat, tetapi di balik itu terdapat lonjakan besar dalam kebutuhan energi. Pusat data diprediksi menjadi salah satu konsumen listrik terbesar, yang akan meningkatkan konsumsi energi secara drastis.
Di sisi lain, industri konstruksi yang mendukung pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Tantangan utama yang muncul adalah bagaimana mendukung ekspansi energi dan teknologi AI di Amerika Serikat, sembari mengatasi jejak karbon yang ditinggalkannya.
Spiritus hadir dengan solusi atas permasalahan ini. Dengan mengembangkan teknologi Direct Air Capture (DAC) yang berskala besar dan hemat biaya, perusahaan ini membantu Amerika Serikat memperkuat kepemimpinan energinya sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.
“Kami melihat permintaan yang meningkat pesat untuk pusat data dan industri berat, tetapi kita tidak bisa mengabaikan emisi karbon yang dihasilkannya,” ujar Charles Cadieu, CEO dan co-founder Spiritus. “Teknologi DAC kami menghadirkan dekarbonisasi dalam skala besar. Pendanaan ini mempercepat visi kami dalam mendukung pertumbuhan pesat Amerika Serikat sembari mengendalikan emisi.”
Spiritus semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam teknologi iklim. Dengan investasi baru ini, perusahaan akan mempercepat pengembangan tiga fasilitas utama yang akan menunjukkan potensi besar dalam penghapusan karbon secara massal.
Spiritus menantang standar biaya tinggi dalam teknologi DAC dengan menargetkan pengurangan biaya hingga 90%, sehingga biaya penangkapan karbon dapat ditekan menjadi $100 per ton. Langkah ini menjadikan DAC sebagai solusi yang lebih realistis untuk aksi iklim yang berarti.
“Teknologi Direct Air Capture memiliki potensi besar dalam mendekarbonisasi sektor yang sulit dikurangi emisinya. Namun, hingga saat ini, biayanya masih terlalu tinggi untuk benar-benar berdampak,” ujar Bruce Niven, Executive Managing Director of Strategic Venturing di Aramco Ventures.
“Pendekatan inovatif seperti yang dilakukan Spiritus sangat dibutuhkan. Kami sangat antusias bermitra dengan Spiritus untuk membawa teknologi penting ini ke pasar.”
Dengan langkah-langkah strategis ini, Spiritus semakin siap membawa revolusi dalam dekarbonisasi, mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.









