KabarHijau.com – Pasar karbon sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM) sedang mencapai titik kritis dengan pasokan biochar berkualitas tinggi semakin berkurang akibat perjanjian offtake multi-tahun. Laporan terbaru dari Supercritical yang berjudul Locked in or Left Behind? Biochar Offtakes in 2025 mengungkapkan bahwa perusahaan dengan target nol emisi bersih (net zero) pada 2030 berisiko gagal mencapainya jika tidak segera mengamankan pasokan karbon removal.
Biochar, yang dikenal sebagai salah satu metode penyerapan karbon berbasis teknologi paling skalabel dan hemat biaya, kini menjadi pilihan utama bagi 80% pembeli karena kemampuannya dalam penyimpanan karbon yang permanen. Namun, permintaan yang meningkat pesat telah melampaui kapasitas pasokan yang ada. Beberapa temuan penting dalam laporan Supercritical meliputi:
- 62% kapasitas biochar berkualitas tinggi untuk tahun 2025 telah dikunci oleh pembeli tetap, dengan 28% sudah diamankan hingga 2026.
- Harga biochar naik 18% pada 2024, sementara perusahaan yang menandatangani perjanjian offtake multi-tahun saat ini dapat menghemat hingga 31% dibandingkan dengan pembelian secara spot.
- Permintaan korporasi terhadap penghapusan karbon yang tahan lama diperkirakan mencapai 40–200 metrik ton ekuivalen karbon dioksida (MtCO2e) per tahun pada 2030, sementara pasokan saat ini masih jauh dari cukup.
Seiring dengan rencana Science Based Targets initiative (SBTi) untuk memperkenalkan target penghapusan karbon jangka menengah, persaingan akan semakin ketat, yang dapat memperburuk kelangkaan pasokan dan meningkatkan harga lebih lanjut.
“Ini bukan sekadar membeli kredit karbon, tetapi tentang mengamankan akses jangka panjang di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Michelle You, CEO Supercritical.
Laporan ini menekankan bahwa perjanjian offtake multi-tahun kini menjadi strategi utama untuk memastikan pasokan yang stabil dan harga yang lebih terprediksi.
“Pasar kini mulai terbagi menjadi dua,” tambah You. “Perusahaan yang lebih dulu mengamankan offtake akan mengontrol pasokan masa depan, menstabilkan harga, dan memastikan jalur mereka menuju net zero.”
Supercritical mengimbau perusahaan untuk bertindak cepat, karena mereka yang masih mengandalkan pembelian spot berisiko menghadapi harga yang semakin mahal atau bahkan kehabisan pasokan.












