Energi Hijau

China Temukan Sumber Energi Tak Terbatas, Klaim Bisa Bertahan 60.000 Tahun

446
×

China Temukan Sumber Energi Tak Terbatas, Klaim Bisa Bertahan 60.000 Tahun

Sebarkan artikel ini
Photo: South China Morning Post

Beijing, KabarHijau.com – China kembali mencuri perhatian dunia dengan penemuan cadangan energi yang diklaim bisa bertahan hingga 60.000 tahun. Seorang ahli geologi di Beijing mengungkap bahwa sumber energi ini berasal dari thorium, yang ditemukan dalam jumlah besar di wilayah Bayan Obo, Mongolia Dalam.

Dikutip dari South China Morning Post (28/2/2025), thorium disebut sebagai alternatif bahan bakar fosil yang lebih bersih dan efisien. Penggunaannya berpotensi merevolusi produksi energi dunia sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi tradisional.

“Selama lebih dari satu abad, negara-negara telah terlibat dalam perang memperebutkan bahan bakar fosil. Ternyata sumber energi yang tak terbatas itu terletak tepat di bawah kaki kita,” ujar ahli geologi tersebut, yang enggan disebutkan namanya.

Apa Itu Thorium?

Thorium adalah unsur radioaktif lemah dari seri aktinoid dalam tabel periodik dengan nomor atom 90 dan simbol Th. Unsur ini pertama kali ditemukan oleh ahli kimia Swedia, Jons Jacob Berzelius, pada tahun 1828. Thorium memiliki warna putih keperakan yang akan berubah menjadi abu-abu atau hitam saat terpapar udara.

Menurut laporan yang diterbitkan di jurnal Geological Review pada Januari 2025, cadangan thorium yang ditemukan di Bayan Obo bisa melebihi perkiraan sebelumnya. Hanya dengan lima tahun penambangan di salah satu lokasi bijih besi yang mengandung thorium, China dapat menghasilkan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di Amerika Serikat selama lebih dari 1.000 tahun.

Bahkan, jika kompleks pertambangan Bayan Obo dieksploitasi secara penuh, diperkirakan dapat menghasilkan 1 juta ton thorium—jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi China selama 60.000 tahun.

Thorium dan Masa Depan Energi Nuklir

Unsur yang bersifat sedikit radioaktif ini berpotensi digunakan dalam reaktor nuklir jenis molten salt reactor atau reaktor garam cair, yang diklaim lebih aman dan dapat menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Studi juga mengidentifikasi 233 zona kaya thorium di seluruh China, yang jika akurat, dapat menjadikan China sebagai negara dengan cadangan thorium terbesar di dunia. Thorium diyakini 500 kali lebih melimpah dibandingkan uranium-232, yang umum digunakan dalam reaktor nuklir konvensional. Hal ini menjadikan thorium sebagai solusi potensial dalam memenuhi kebutuhan energi nuklir secara berkelanjutan.

Dengan temuan ini, China berpotensi menjadi pemimpin dalam inovasi energi nuklir generasi baru, sekaligus mengurangi ketergantungan global pada bahan bakar fosil. Namun, tantangan utama tetap ada, termasuk teknologi pemanfaatan thorium yang masih dalam tahap pengembangan dan regulasi internasional terkait penggunaannya.

Apakah thorium akan menjadi jawaban bagi krisis energi dunia? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.