KabarHijau.com – Saudi Aramco telah memberikan kontrak senilai $1,5 miliar kepada Larsen & Toubro, khususnya divisi LTEH, untuk proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS).
Kontrak ini mencakup layanan EPC (engineering, procurement, and construction) secara menyeluruh untuk fase pertama pusat CCS milik Saudi Aramco, yang menjadi bagian penting dari inisiatif Accelerated Carbon Capture & Sequestration (ACCS).
Fasilitas yang direncanakan beroperasi pada 2027 ini akan menangkap CO2 dari berbagai aliran industri, termasuk pabrik gas milik Aramco, dan menyimpannya dalam akuifer asin. Langkah ini sejalan dengan ambisi Arab Saudi untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 serta target antara untuk menangkap dan menyimpan 44 juta ton CO2 pada 2035.
Dalam upayanya mencapai net-zero emisi pada 2060 sebagaimana yang ditetapkan dalam Saudi Green Initiative, Arab Saudi menjadikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon sebagai alat utama. Pusat CCS Aramco yang berlokasi di Jubail, Provinsi Timur, dirancang untuk memainkan peran strategis dalam pencapaian target tersebut. Pada tahap awal operasionalnya pada 2027, fasilitas ini dirancang untuk menangkap dan menyimpan hingga 9 juta metrik ton CO2 setiap tahunnya.
Target ini akan dicapai dengan menangkap CO2 berkualitas tinggi dari pabrik gas Aramco yang berkontribusi sekitar 6 juta ton serta sumber industri lainnya yang menyumbang 3 juta ton sisanya. Setelah ditangkap, aliran CO2 akan diproses melalui tahap dehidrasi dan kompresi sebelum disimpan secara aman dalam akuifer asin darat.
Pusat CCS ini merupakan hasil kerja sama antara Aramco, Linde, dan SLB, yang tidak hanya bertujuan mengurangi emisi karbon tetapi juga mendukung diversifikasi ekonomi serta membuka peluang produksi hidrogen biru dan amonia. Langkah ini selaras dengan target Aramco untuk mencapai net-zero emisi Scope 1 dan 2 pada 2050.










