Isu Terkini

India Akan Luncurkan Pasar Karbon pada 2026, Dorong Industri Hijau

364
Menteri Energi India, Manohar Lal
Menteri Energi India, Manohar Lal. Photo: livemint.com

New Delhi, KabarHijau.com – India berencana meluncurkan pasar karbon independen pada pertengahan tahun 2026, demikian disampaikan oleh Menteri Energi India, Manohar Lal, pada Jumat lalu. Keberadaan pasar karbon ini akan menjadi langkah penting bagi industri India, terutama bagi eksportir yang harus mematuhi regulasi global dalam pengurangan emisi karbon.

Sejumlah sektor industri seperti baja dan semen telah menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (Carbon Border Adjustment Mechanism/CBAM) Uni Eropa, yang menerapkan tarif pada produk dengan jejak karbon tinggi. Dengan adanya kredit karbon, industri manufaktur India didorong untuk beralih ke energi hijau dan mengurangi emisi karbon guna meningkatkan daya saing ekspor ke pasar Uni Eropa.

Menteri Energi India menyatakan bahwa program ini akan mewajibkan pengguna bahan bakar fosil atau emiten karbon untuk membeli kredit karbon, sedangkan pengguna energi dari sumber non-fosil dapat menjual kredit karbon mereka di pasar. “Pasar untuk jual beli kredit karbon, yang saat ini belum ada di negara kita, akan diluncurkan pada tahun 2026,” ujar Manohar Lal.

Undang-Undang Konservasi Energi (Amandemen) 2022 yang disahkan oleh parlemen India telah membuka jalan bagi pembentukan pasar karbon ini. Sistem perdagangan karbon memungkinkan entitas atau individu untuk membeli dan menjual kredit karbon sebagai kompensasi atas emisi gas rumah kaca yang mereka hasilkan.

Lebih lanjut, Manohar Lal menekankan bahwa kebijakan ini juga bertujuan untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri. “Melalui kebijakan ini, industri kita akan tumbuh lebih kuat karena banyak negara telah menetapkan bahwa mereka hanya akan mengimpor produk yang diproduksi menggunakan energi dari sumber non-fosil. Dengan demikian, India juga akan mengekspor hanya produk-produk yang memenuhi standar tersebut,” tambahnya.

Pemerintah India saat ini sedang mempersiapkan industri dalam negeri untuk beradaptasi dengan pasar karbon. Tiga bursa energi utama di negara itu—Indian Energy Exchange Ltd, Power Exchange India Ltd, dan Hindustan Power Exchange Ltd—diharapkan akan mengembangkan platform perdagangan kredit karbon masing-masing.

Adani Electricity Raih Peringkat Tertinggi dalam Penilaian Discom

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Energi India juga mengumumkan hasil penilaian terhadap perusahaan distribusi listrik (discom) di seluruh negeri. Adani Electricity Mumbai Ltd meraih peringkat tertinggi dengan skor 99,8, disusul oleh Dakshin Gujarat Vij Company Ltd di posisi kedua. Peringkat ini ditentukan berdasarkan sejumlah parameter, termasuk keberlanjutan finansial serta efisiensi dalam penagihan, koleksi pembayaran, dan pengurangan kerugian distribusi.

Peluncuran pasar karbon di India diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi hijau serta meningkatkan daya saing produk ekspor India di pasar global.

Exit mobile version