Ekonomi Hijau

Chestnut Carbon Raih Pendanaan $160 Juta untuk Perluas Pasar Kredit Karbon Berbasis Alam

326
×

Chestnut Carbon Raih Pendanaan $160 Juta untuk Perluas Pasar Kredit Karbon Berbasis Alam

Sebarkan artikel ini
Photo: Boy Anthony/Shutterstock

KabarHijau.com – Chestnut Carbon, perusahaan penghapusan karbon berbasis alam, baru saja mengamankan pendanaan Seri B sebesar $160 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas proyek aforestasi di seluruh Amerika Serikat, yang bertujuan menghilangkan karbon dalam skala besar dan memperkuat pasar kredit karbon sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM).

Peran Solusi Berbasis Alam dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Solusi berbasis alam seperti aforestasi dan reforestasi semakin menjadi andalan dalam mitigasi perubahan iklim. Pasar global untuk kredit karbon berbasis alam diperkirakan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan McKinsey, permintaan kredit karbon sukarela bisa mencapai 1,5 hingga 2 gigaton per tahun pada 2030. Analis memperkirakan nilai pasar kredit karbon global bisa mencapai $100 miliar pada 2030 dan naik hingga $250 miliar pada 2050, dengan solusi berbasis alam berkontribusi signifikan dalam pertumbuhan ini.

Dengan meningkatnya komitmen perusahaan terhadap target net-zero, permintaan akan kredit karbon yang terverifikasi pun terus meningkat. Chestnut Carbon berkomitmen untuk menghadirkan proyek-proyek penghapusan karbon berbasis alam yang berskala besar dan kredibel.

Pendanaan $160 Juta: Langkah Besar untuk Pasar Kredit Karbon

Pendanaan ini berasal dari investor yang sudah ada, seperti Canada Pension Plan Investment Board, serta investor baru seperti Cloverlay dan DBL Partners. Selain itu, ada dukungan tambahan dari mitra terbatas Kimmeridge, perusahaan induk Chestnut, yang melibatkan dana abadi universitas, kantor keluarga, dan investor institusional.

Dana ini akan digunakan untuk mempercepat proyek Sustainable Restoration Project dari Chestnut, yang bertujuan menyerap 100 juta metrik ton karbon dalam jangka panjang. Melalui konversi lahan pertanian yang terdegradasi menjadi hutan, Chestnut juga mendukung keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem, sekaligus memperkuat pasar VCM.

Strategi Chestnut Carbon dalam Penghapusan Karbon

Sejak didirikan pada 2022, Chestnut Carbon fokus pada aforestasi, yaitu menanam pohon di lahan terlantar dan padang rumput untuk menangkap serta menyimpan karbon. Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:

  • Akuisisi Lahan: Telah mengakuisisi lebih dari 35.000 hektare di enam negara bagian AS, termasuk Arkansas, Louisiana, Alabama, Mississippi, Oklahoma, dan Texas.
  • Kredit Karbon Bersertifikasi Gold Standard®: Menjamin kualitas dan integritas kredit karbon, menarik minat perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan.
  • Teknologi Canggih: Menggunakan model pertumbuhan hutan berbasis data untuk meningkatkan efektivitas penyimpanan karbon.
  • Keberlanjutan Jangka Panjang: Membangun hutan yang tahan lama, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah, menjaga cadangan air, dan melindungi keanekaragaman hayati.

Alokasi Pendanaan: Mendorong Pertumbuhan Cepat

Pendanaan $160 juta ini akan digunakan dalam tiga bidang utama:

  1. Pembelian Lahan: Mempercepat ekspansi dan eksekusi proyek.
  2. Investasi Teknologi: Mengembangkan model data dan teknologi untuk memantau pertumbuhan pohon serta memprediksi tingkat penyerapan karbon.
  3. Perekrutan Tenaga Ahli: Menambah tim ahli di bidang kehutanan, ilmu lingkungan, keuangan karbon, dan manajemen lahan untuk meningkatkan skala operasional.

Pergeseran Korporasi ke Kredit Karbon

Semakin banyak perusahaan yang membeli kredit karbon berkualitas tinggi sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan mereka. Pada 2023, pendapatan dari harga karbon global mencapai rekor $104 miliar, menunjukkan meningkatnya minat terhadap kredit karbon sebagai solusi dekarbonisasi.

Microsoft, misalnya, telah membeli lebih dari 3,3 juta ton kredit karbon sebagai bagian dari targetnya untuk menjadi karbon-negatif pada 2030. Perusahaan ini juga baru saja menandatangani kesepakatan untuk membeli 7 juta kredit karbon dari Chestnut Carbon. Selain itu, Microsoft berinvestasi dalam proyek restorasi hutan Amazon dan Atlantik di Brasil, membeli 3,5 juta kredit karbon dari startup Re.green.

Perusahaan besar lainnya, seperti Delta Air Lines, Alphabet (induk Google), dan Disney, juga aktif membeli kredit karbon. Shell bahkan menjadi pembeli kredit karbon terbesar pada 2024.

Tantangan yang Dihadapi dan Peran Chestnut Carbon

Meski proyek aforestasi besar menjanjikan, ada beberapa tantangan dalam ekspansi solusi penghapusan karbon berbasis alam, termasuk:

  • Ketersediaan Lahan: Mencari lahan dalam skala besar yang cocok untuk proyek aforestasi masih menjadi kendala utama.
  • Proses Verifikasi: Lambatnya proses sertifikasi kredit karbon dapat menghambat pembiayaan proyek.
  • Maturitas Pasar: Pasar kredit karbon sukarela masih berkembang dan membutuhkan standar yang lebih jelas serta kepercayaan lebih besar dari pembeli.

Chestnut Carbon berupaya mengatasi tantangan ini dengan menerapkan standar verifikasi yang ketat, menyediakan kredit karbon berkualitas tinggi, dan memastikan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Pendanaan terbaru ini menandai tonggak penting bagi pasar kredit karbon sukarela. Seiring meningkatnya kebutuhan akan kredit karbon yang terpercaya, Chestnut Carbon siap menjadi pemimpin dalam solusi penghapusan karbon berbasis alam.