Energi Hijau

Maladewa Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung 100 MW, Rampung 2027

372
×

Maladewa Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung 100 MW, Rampung 2027

Sebarkan artikel ini
Photo: blog.maldivescomplete.com

Malé, KabarHijau.com – Presiden Maladewa, Dr. Mohamed Muizzu, mengumumkan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung pertama di negara itu, yang dikembangkan di bawah Undang-Undang Zona Ekonomi Khusus (SEZ), dijadwalkan rampung pada tahun 2027.

Dalam pidato kenegaraannya di sidang pertama parlemen tahun ini, Presiden Muizzu menyatakan bahwa izin SEZ telah diberikan kepada perusahaan asing untuk mengembangkan proyek tenaga surya terapung di sebuah laguna di Atol Malé. Proyek ini bertujuan untuk membangun jaringan listrik nasional dengan kapasitas 100 megawatt (MW) berbasis tenaga surya.

Pemerintah Maladewa telah menerbitkan izin fase pertama proyek ini kepada Abraxas Power Corporation dari Kanada pada April tahun lalu, dengan Sungrow Power Supply Co. sebagai mitra teknis. Pekerjaan proyek ini akan dimulai dalam tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2027, dengan estimasi biaya mencapai MVR 1,6 miliar.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap energi terbarukan, pemerintah menargetkan 33 persen dari total kebutuhan energi nasional berasal dari sumber energi terbarukan pada akhir 2028. Presiden Muizzu juga menyoroti program Magey Solar, yang menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan partisipasi publik terhadap penggunaan energi terbarukan.

Selain proyek tenaga surya terapung, pemerintah juga menginisiasi program Magey Saafu Raajje untuk memperkenalkan fasilitas pengelolaan limbah modern di seluruh pulau berpenghuni. Tahun lalu, fasilitas ini telah didirikan di 17 pulau.

Dalam upaya lebih luas terkait lingkungan dan energi terbarukan, pemerintah Maladewa juga telah:

  • Memulai proyek di 57 pulau yang menghadapi erosi parah untuk mencari solusi permanen.
  • Menyediakan layanan air bersih ke 56 pulau yang belum memiliki akses, serta membangun sistem pembuangan limbah di 45 pulau dalam dua tahun ke depan. Dengan langkah ini, seluruh pulau berpenghuni dipastikan memiliki layanan air dan sanitasi pada akhir 2026.
  • Menanam 450.000 pohon tahun lalu sebagai bagian dari target penanaman 5 juta pohon.
  • Meningkatkan kapasitas produksi listrik tenaga surya hingga 15 MW.

Dengan langkah-langkah ini, Maladewa semakin memperkuat posisinya sebagai negara yang berkomitmen terhadap energi bersih dan keberlanjutan lingkungan di kawasan Samudra Hindia.

Sumber: edition.mv