Isu Terkini

38 Hektare Kebun Sawit di Aceh Barat Rusak Akibat Serangan Gajah Sumatera

366
×

38 Hektare Kebun Sawit di Aceh Barat Rusak Akibat Serangan Gajah Sumatera

Sebarkan artikel ini
Gajah Sumatera
Ilustrasi Gajah Sumatera. Photo: Wikipedia

Aceh Barat, KabarHijau.com – Sedikitnya 38 hektare lahan kebun kelapa sawit milik masyarakat di Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gangguan satwa liar Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Camat Sungai Mas, Zulkifli, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan estimasi sementara berdasarkan laporan masyarakat dan kepala desa setempat.

“Lahan yang paling terdampak berada di Desa Tanoh Mirah, sementara desa lainnya seperti Lancong, Gleng, dan Drien Sibak juga mengalami gangguan dari kawanan gajah,” ujar Zulkifli, Minggu (9/2), seperti dikutip Antara.

Gangguan ini bukan fenomena baru. Menurut Zulkifli, kerusakan kebun sawit akibat gajah telah terjadi sejak 2023 dan berlanjut hingga 2025. Meskipun upaya penanganan telah dilakukan, kawanan gajah kerap kembali memasuki permukiman warga, menyebabkan ketakutan dan kerugian bagi petani setempat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendesak agar permasalahan ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait di Aceh. Upaya mitigasi yang lebih efektif diperlukan untuk menghindari kerugian lebih lanjut serta mencegah meluasnya konflik antara manusia dan gajah.

Konservasi dan Konflik Gajah-Manusia

Gajah Sumatera, yang berstatus kritis menurut IUCN, kerap memasuki lahan perkebunan masyarakat akibat semakin sempitnya habitat mereka. Gangguan ini menyoroti pentingnya kebijakan konservasi yang seimbang antara perlindungan satwa liar dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam mencari solusi terbaik agar konflik ini tidak terus berulang.