Isu Terkini

Dana Bezos Hentikan Dukungan untuk Organisasi Iklim di Tengah Kekhawatiran Pengaruh Trump

284
×

Dana Bezos Hentikan Dukungan untuk Organisasi Iklim di Tengah Kekhawatiran Pengaruh Trump

Sebarkan artikel ini
Earth Fund milik Jeff Bezos merupakan salah satu dari dua penyandang dana utama SBTi, sebuah organisasi sertifikasi iklim. Foto: Bloomberg/Getty Images

KabarHijau.com – Dana lingkungan dan keanekaragaman hayati senilai $10 miliar milik Jeff Bezos, Bezos Earth Fund, telah menghentikan pendanaannya untuk salah satu organisasi sertifikasi iklim paling penting di dunia. Keputusan ini memicu kekhawatiran bahwa para miliarder AS mulai tunduk pada kebijakan anti-lingkungan dari Presiden Donald Trump.

Bezos Earth Fund menghentikan dukungannya terhadap Science Based Targets initiative (SBTi), sebuah badan internasional yang menilai apakah perusahaan telah melakukan dekarbonisasi sesuai dengan Perjanjian Paris. Dana tersebut sebelumnya menjadi salah satu dari dua penyumbang utama bagi SBTi, bersama dengan Yayasan Ikea, yang bersama-sama menyumbang 61% dari total pendanaan SBTi tahun lalu. Keputusan Bezos Earth Fund ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times.

Juru bicara Bezos Earth Fund dan SBTi mengatakan bahwa hibah senilai $18 juta (sekitar Rp285 miliar) merupakan komitmen tiga tahun yang telah berakhir sesuai kesepakatan, dan belum ada keputusan akhir mengenai pendanaan di masa depan. Namun, para peneliti yang akrab dengan SBTi serta penasihat organisasi tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa penghentian pendanaan ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas, di mana individu kaya mulai menarik dukungan untuk isu-isu yang tidak sejalan dengan kebijakan Trump, yang sebelumnya pernah menyebut perubahan iklim sebagai ‘hoaks’.

Prof. Doreen Stabinsky, anggota dewan teknis SBTi, menyatakan bahwa keputusan Bezos ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan. “Jika melihat dengan siapa Bezos bergaul di kalangan miliarder, ini bukan hanya soal SBTi, tetapi lebih luas lagi. Bezos tunduk pada Trump, seperti halnya banyak miliarder lainnya,” ujarnya.

Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketakutan di kalangan ilmuwan akibat kebijakan eksekutif Trump yang memangkas pendanaan federal untuk penelitian iklim. Selain itu, referensi mengenai krisis iklim juga telah dihapus atau diturunkan statusnya dari berbagai situs web pemerintah AS. Stabinsky menambahkan, “Trump secara terbuka menentang aksi iklim dan segala bentuk upaya korporasi yang terlihat mendukung perubahan menuju ekonomi hijau.”

Sebelum pelantikan Trump bulan lalu, enam bank terbesar di AS juga menarik diri dari kelompok perbankan global yang menetapkan target nol emisi bersih. Kelly Stone, analis kebijakan senior di ActionAid USA, menyebut keputusan Bezos Earth Fund untuk menghentikan pendanaan SBTi sebagai langkah yang “sangat mengecewakan, tetapi tidak mengejutkan.” Ia menambahkan bahwa ini merupakan bagian dari tren korporasi yang semakin menjauhi komitmen iklim mereka.

Peter Riggs, direktur eksekutif organisasi nirlaba Pivot Point di AS, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak keputusan ini terhadap investasi hijau secara umum. “Sinyal dari Washington saat ini sangat jelas bahwa energi terbarukan dan teknologi rendah karbon tidak hanya dikesampingkan, tetapi benar-benar diberangus,” ujarnya.

Pada April tahun lalu, SBTi sempat mengumumkan rencana untuk mengizinkan perusahaan menggunakan kredit karbon dari pasar karbon sukarela guna mengimbangi emisi tidak langsung mereka. Keputusan ini memicu kemarahan internal di antara staf, yang mengklaim tidak diajak berkonsultasi dan memperingatkan bahwa langkah ini dapat membuka celah bagi praktik ‘greenwashing’.

Riggs menambahkan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi keputusan Bezos Earth Fund. “Pertama, mungkin Bezos atau timnya merasa tidak lagi dapat atau mau mendukung standar berbasis sains karena tantangan yang ada. Kedua, perubahan iklim politik di Washington membuat mereka enggan menarik perhatian terhadap komitmen semacam ini,” jelasnya.

Seorang juru bicara SBTi mengatakan bahwa pendanaan dari Bezos Earth Fund memang telah dirancang sejak awal sebagai hibah selama tiga tahun untuk membantu organisasi berkembang dan memenuhi permintaan yang meningkat terhadap layanan mereka. Pendanaan tersebut berakhir pada Desember 2024 sesuai kesepakatan awal.

Sementara itu, juru bicara Bezos Earth Fund menyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam hubungan antara dana tersebut dan SBTi. “Hibah tiga tahun yang diberikan pada 2021 telah berakhir sesuai kesepakatan, dan SBTi tidak mengajukan permohonan dana tambahan. Oleh karena itu, belum ada keputusan mengenai pendanaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Keputusan ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa di bawah pemerintahan Trump, banyak miliarder dan perusahaan besar akan menarik diri dari komitmen iklim mereka, yang berpotensi menghambat kemajuan global dalam upaya mengatasi perubahan iklim.