Pengetahuan

Ganja: Tanaman Terlarang yang Ternyata Bisa Selamatkan Lingkungan

563
×

Ganja: Tanaman Terlarang yang Ternyata Bisa Selamatkan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Tanaman Hemp atau ganja Industri. Photo : rawpixel

KabarHijau.com – Selama bertahun-tahun, hemp atau ganja industri sering dikaitkan dengan stigma negatif, terutama karena hubungannya dengan narkotika. Namun, di balik kontroversinya, tanaman ini justru menyimpan potensi besar untuk menyelamatkan lingkungan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hemp memiliki manfaat ekologis yang luar biasa, mulai dari membersihkan tanah tercemar hingga menyerap karbon dioksida lebih efektif daripada hutan.

1. Fitoremediasi
Tanaman hemp memiliki kemampuan menyerap logam berat dari tanah, menjadikannya alat dekontaminasi tanah yang efektif. Menurut studi dari Departemen Pertanian, Pangan, dan Lingkungan serta Universitas Catania di Italia, hemp dapat memindahkan logam berat seperti timbal, kadmium, dan nikel dari tanah ke bagian tanaman.

“Penelitian ini menunjukkan potensi hemp dalam proses fitoekstraksi,” ungkap para peneliti. Biomassa yang tersisa, seperti batang dan daun, dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk bioenergi tanpa menimbulkan dampak lingkungan tambahan.

2. Penyerap Karbon Dioksida (CO2)
Hemp menyerap CO2 dua kali lebih efektif daripada hutan. Menurut Darshil Shah, peneliti di Centre for Natural Material Innovation, Universitas Cambridge, hemp dapat menyerap 8 hingga 15 ton CO2 per hektar per tahun, lebih tinggi dibandingkan hutan yang menyerap 2 hingga 6 ton CO2 per hektar.

Kemampuan ini menjadikan hemp sebagai tanaman multifungsi yang menghasilkan biomaterial negatif karbon, memberikan solusi inovatif untuk mengurangi emisi karbon.

3. Tanaman Tertinggi di Dunia
Produsen di Hemp Traders, California, berhasil mencatatkan rekor ‘tanaman hemp tertinggi di dunia’ dengan tinggi mencapai 7,34 meter dalam Guinness World Records. Mereka menanam hemp tanpa pestisida atau herbisida, menggunakan sistem irigasi tetes dan sedikit pupuk nitrogen.

Pendekatan alami ini membuktikan bahwa hemp bisa tumbuh optimal dengan intervensi minimal, menjadikannya tanaman ramah lingkungan.

4. Meningkatkan Populasi Lebah
Penelitian dari Colorado State University menunjukkan bahwa hemp menarik lebih dari 20 jenis lebah, termasuk lebah madu klasik (Apis mellifera). Meskipun hemp tidak menghasilkan nektar, bunganya yang kaya serbuk sari menjadi sumber makanan penting bagi larva lebah.

Keberadaan ladang hemp dapat menciptakan ekosistem yang kondusif, mendukung kelangsungan hidup polinator alami dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

5. Manfaat Hemp dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Observatorium Konsumsi dan Budidaya Eropa menghubungkan regulasi hemp dengan pencapaian sebagian besar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Agenda 2030. Dengan berbagai manfaat dan aplikasinya, hemp berkontribusi pada 15 dari 17 tujuan SDGs.

Laporan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan tanaman hemp terkait dengan 75 dari 104 rekomendasi operasional yang diadopsi pada sesi khusus ke-30 Majelis Umum PBB. Tanaman ini berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan secara global.

Tanaman hemp menunjukkan bahwa solusi ekologis dapat ditemukan pada tanaman sederhana namun penuh potensi. Dengan manfaatnya yang beragam, hemp dapat menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan global.

Sumber: Noticias Ambientales