Isu Terkini

UE dan Prancis Beri Hibah 14,7 Juta Euro untuk Transisi Energi di Indonesia

398
×

UE dan Prancis Beri Hibah 14,7 Juta Euro untuk Transisi Energi di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, KabarHijau.com – Uni Eropa (UE) dan Prancis memberikan hibah sebesar €14,7 juta (sekitar Rp248,8 miliar) kepada Indonesia untuk mendukung transisi energi berkelanjutan. Hibah ini akan dikelola oleh Agence Française de Développement (AFD) dan dialokasikan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan serta penguatan kebijakan energi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menjelaskan bahwa 44 persen dari total hibah, atau sekitar €6,5 juta (Rp109,85 miliar), akan digunakan oleh PLN dalam pengembangan kapasitas transisi energi. Sisa dana akan digunakan oleh Kementerian ESDM untuk program terkait energi berkelanjutan.

“Dana ini sebagian besar digunakan untuk penguatan kapasitas PLN dalam menghadapi transisi energi, termasuk persiapan proyek dan bantuan teknis. Selain itu, kami juga memiliki kerja sama dalam sektor mineral yang berkelanjutan,” kata Dadan dalam acara Kick-Off Meeting Indonesia Energy Transition Facility (IETF) di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesli, menyambut baik dukungan hibah ini dan menegaskan komitmen PLN dalam mendorong proyek-proyek transisi energi. “Selain untuk pengembangan kapasitas, hibah ini juga akan digunakan dalam peningkatan kelembagaan guna mendukung transisi energi jangka panjang,” ujarnya.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menegaskan bahwa fasilitas IETF merupakan langkah penting dalam mempercepat transisi energi Indonesia dengan manfaat yang signifikan bagi berbagai sektor.

“Hibah ini akan difokuskan pada dua aspek utama: dukungan kebijakan energi serta persiapan proyek energi terbarukan dan infrastruktur transmisi,” ujar Penone.

Ia juga menekankan bahwa transisi energi merupakan tantangan kompleks yang membutuhkan investasi besar, kemitraan yang kuat, inovasi, serta komitmen jangka panjang untuk mencapai keseimbangan antara tujuan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

“Peluncuran IETF ini sejalan dengan visi Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diinisiasi dalam KTT G20 di Bali pada 2022. Inisiatif ini bertujuan menciptakan peluang ekonomi baru, melindungi tenaga kerja, dan mendukung komunitas yang rentan dalam menghadapi perubahan sistem energi,” tambahnya seperti dikutip Indonesia.go.id.

Langkah ini semakin memperkuat komitmen Indonesia dalam mengakselerasi pengembangan energi terbarukan serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sejalan dengan target netral karbon yang dicanangkan pemerintah.