Sains

Peneliti Kembangkan Padi Ramah Lingkungan yang Kurangi Emisi Metana hingga 70%

500
×

Peneliti Kembangkan Padi Ramah Lingkungan yang Kurangi Emisi Metana hingga 70%

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tanaman padi. Photo: SUWIT GAEWSEE-NGAM /Shutterstock

Tim peneliti internasional menemukan cara baru untuk mengurangi emisi metana dari sawah dengan mengembangkan varietas padi rendah fumarat dan tinggi etanol. Temuan ini berpotensi besar dalam mitigasi perubahan iklim dan pertanian berkelanjutan.

KabarHijau.com – Metana merupakan salah satu gas rumah kaca paling berbahaya, dan sawah padi menjadi salah satu penyumbang utama emisi ini. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Plant (Volume 18, Issue 2, 3 Februari 2025) mengungkap bahwa emisi metana dari sawah berkaitan erat dengan eksudat akar padi, khususnya fumarat dan etanol.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dari berbagai institusi, termasuk Hunan Agricultural University dan Swedish University of Agricultural Sciences (SLU), ditemukan bahwa fumarat yang dilepaskan oleh akar padi mendukung pertumbuhan mikroorganisme metanogen yang menghasilkan metana. Sebaliknya, etanol yang juga disekresikan oleh akar justru menghambat aktivitas metanogen dan mengurangi sintesis fumarat di dalam akar padi.

Berdasarkan pemahaman ini, para peneliti berhasil mengembangkan varietas padi baru dengan karakteristik low-fumarate high-ethanol (rendah fumarat, tinggi etanol) yang mampu menekan emisi metana hingga lebih dari 70%. Uji coba di tujuh lokasi sawah selama tiga tahun menunjukkan keberhasilan besar dalam mengurangi produksi metana tanpa mengorbankan hasil panen.

Tidak hanya melalui rekayasa genetik, penerapan inhibitor fumarat reduktase seperti oksantel atau pemberian etanol pada padi elit juga terbukti dapat menurunkan emisi metana dengan cara yang serupa. Dengan temuan ini, metode baru dalam pengelolaan sawah bisa menjadi strategi efektif dalam mitigasi perubahan iklim tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

Langkah ini menjadi harapan besar bagi dunia pertanian dalam menyeimbangkan kebutuhan produksi pangan dengan upaya pengurangan dampak lingkungan. Jika diterapkan secara luas, padi ramah lingkungan ini dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian dan membantu mencapai target keberlanjutan global.