Sains

Penelitian Baru Mengungkapkan Efisiensi dan Konsumsi Energi dari Berbagai Metode Penghilangan Karbon (CDR)

547
×

Penelitian Baru Mengungkapkan Efisiensi dan Konsumsi Energi dari Berbagai Metode Penghilangan Karbon (CDR)

Sebarkan artikel ini
Sumber Photo: Penulis Jurnal Penelitian

KabarHijau.com – Penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh Royal Society of Chemistry membandingkan efisiensi dan konsumsi energi dari 12 metode penghilangan karbon berbasis teknologi (CDR) yang berbeda.

Artikel ini, yang ditulis oleh Hannah Murnen (CTO Graphyte), Barclay Rogers (CEO Graphyte), bersama dengan Daniel L. Sanchez dan Peter Psarras, bertujuan untuk memberikan dasar dalam melakukan penilaian terhadap pendekatan penghilangan karbon buatan dengan cara yang konsisten.

Pendekatan yang ditinjau dalam penelitian ini meliputi Enhanced Rock Weathering (ERW), sekuestrasi lumpur biomassa, penurunan biomassa ke lingkungan laut anoksik, penuangan karbon, produksi biochar, produksi biomassa torrefied, sekuestrasi bio-oil, BECCS untuk pembangkit listrik, BECCS untuk bahan bakar, dan Direct Air Capture (DAC) dengan baik penyerapan padat maupun cair.

Penelitian ini memberikan wawasan menarik mengenai jalur CDR yang menjanjikan, namun penting untuk dicatat bahwa karena keterbatasan data, penelitian ini tidak membahas pembalikan penyimpanan karbon.

Dalam skenario dasar, penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi yang paling efisien adalah: penurunan biomassa laut (0,962), sekuestrasi lumpur (0,951), ERW dengan olivin (0,912), penuangan karbon (0,877), BECCS untuk pembangkit listrik (0,870), dan ERW dengan basalt (0,823).

Penelitian juga menunjukkan bahwa solusi CDR berbasis biomassa umumnya memiliki efisiensi penghilangan karbon yang lebih tinggi (berkisar antara 0,55 hingga 0,96) dibandingkan dengan direct air capture (DAC) yang memiliki efisiensi dasar antara 0,06 hingga 0,15.

Perbedaan ini dijelaskan oleh konsentrasi CO2 yang lebih tinggi dalam biomassa serta rendahnya kebutuhan energi untuk pengolahannya. Namun, para penulis mencatat bahwa konversi biomassa dapat menyebabkan kehilangan karbon.

Efisiensi DAC juga dapat meningkat secara signifikan ketika didorong oleh sumber energi terbarukan, tetapi kinerjanya dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, yang dapat mengurangi efisiensinya di iklim yang kurang ideal. Efisiensi CDR bersih dapat menurun dari 83% menjadi 77% untuk DAC dengan penyerapan padat dan dari 85% menjadi 81% untuk DAC dengan penyerapan cair.

Dalam hal konsumsi energi, kebutuhan energi bervariasi, namun teknologi DAC muncul sebagai pemimpin dalam kategori ini, dengan kebutuhan energi antara 10 hingga 12 GJ/tCO2. Sebagai perbandingan, CDR melalui sekuestrasi lumpur biomassa membutuhkan 0,137 GJ/tCO2, dan Penurunan Biomassa Laut beroperasi pada 0,376 GJ/tCO2.